Semarang, IDN Times - Desa wisata menjadi destinasi alternatif menikmati liburan apabila bosan dengan tempat wisata yang ada dan monoton. Desa wisata menghadirkan kearifan lokal. Tak perlu muluk-muluk. Apa yang ada di desa bisa dinikmati. Mulai dari pemandangan alam, budaya lokal, tempat atau spot wisata buatan, hingga kuliner khas setempat.
Keberadaan desa wisata, sebagaimana dinukil dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pemberdayaan Desa Wisata di Jawa Tengah, memberikan arti penting untuk memajukan kesejahteraan masyarakat lokal. Hal itu termasuk optimalisasi potensi ekonomi, serta mengangkat dan melindungi nilai-nilai budaya, agama, adat istiadat, dan menjaga kelestarian alam desa.
Data dari laman resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, hingga Juli 2019, sudah terdapat 229 desa wisata yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Bahkan targetnya akan ada 500 desa wisata hingga akhir tahun 2019 nanti. Tentunya angka tersebut tidak sedikit.
Agar desa wisata tetap menarik dan banyak dikunjungi oleh wisatawan, perlu dikembangkan daya tariknya. Hal itu bertujuan agar desa wisata yang ada bisa terus eksis dan berkelanjutan. Salah satu caranya adalah lewat usaha rintisan (startup) pramuwisata yang dikembangkan oleh anak muda asal Semarang.