Wakil Walikota Solo Astrid Widayani menjajal becak wisata dengan pembayaran qris. (Dok/Pemkot Solo)
Sementara itu, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Ari Wibowo, mengatakan sebagai awalan saat ini baru ada 8 becak yang dilengkapi dengan QRIS. Untuk 8 becak itu merupakan becak wisata. Kedepan ada 100 pengemudi becak yang kan diproses pembuatan QRIS. Sedangkan pembayaran melalui QRIS baru diterapkan pada pengemudi becak wisata.
"Ini muncul karena dalam beberapa waktu terakhir ada beberapa wisatawan yang kesulitan saat hendak membayar dengan QRIS. Akhirnya ini difasilitasi untuk dibuatkan dengan QRIS,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pengemudi becak, yakni Dwi Pringgoni (38), mengaku banyak wisatawan yang bertanya kepadanya agar bisa membayar menggunakan qris daripada uang tunai. Untuk itu, dirinya membuat qris sebagai penunjang kinerjanya.
"Banyak wisatawan saat ini lebih sering melakukan pembayaran dengan cara digital. Saat pengemudi becak tidak dilengkapi dengan QRIS, biasanya pengemudi akan mengantar ke ATM terdekat," jelasnya.
Selain itu, ia mematok harga mulai 10 ribu hingga 50 ribu tergantung orderan yang diminta oleh penumpangnya.
"Kalau wisatawan itu biasanya ambil paket. Misalnya Keraton Solo-Pasar Klewer-Pasar Gede, tiga tempat ini sekalian ditunggu Rp 50 ribu. Kalau pas tidak ada wisatawan ya narik penumpang biasa, paling tarifnya Rp 10-20 ribu," jelasnya.