Semarang, IDN Times - Peminat rumah subsidi tergolong tinggi di Provinsi Jawa Tengah. Hal itu terlihat dari hasil transaksi Jateng Omah Expo 3 yang diselenggarakan di Mal Ciputra Semarang pada 15–26 Mei 2025.
Rumah Subsidi Laris Manis di Jateng, Kota Penyangga Paling Diminati

1. Terjual 102 unit rumah selama pameran
Selama 12 hari penyelenggaraan pameran perumahan tersebut, tercatat sebanyak 79 unit rumah subsidi terjual. Sedangkan, penjualan rumah komersial atau nonsubsidi sebanyak 23 unit.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan mengatakan, total penjualan rumah selama pameran Jateng Omah Expo 3 mencapai 102 unit. Jumlah itu terbagi atas 79 unit rumah subsidi dan 23 unit rumah komersial.
“Melihat hasil penjualan ini menunjukkan bahwa minat dan antusiasme masyarakat memiliki tempat tinggal sangat tinggi,” ungkapnya pada penutupan pameran di Mal Ciputra Semarang, Senin (26/5/2025).
2. Berikan akses masyarakat miliki tempat tinggal
Khususnya, lanjut dia, minat masyarakat terhadap rumah subsidi. Artinya, melalui hasil pameran ini menunjukkan masyarakat berpenghasilan rendah mendapat kemudahan untuk memiliki tempat tinggal.
Pameran perumahan yang sudah memasuki tahun ketiga ini memiliki tujuan besar memberikan akses kepada masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal atau rumah. Selain itu, juga sebagai ajang bagi para pengembang perumahan untuk mempromosikan produk rumah kepada konsumen.
“Pameran ini memberikan layanan dasar pada masyarakat, yaitu akses memiliki tempat tinggal. Disamping itu, bagi pemerintah untuk mewujudkan program penyediaan 3 juta rumah,” tandas Boedyo.
3. Tekan angka backlog perumahan
Sementara itu, Ketua Panitia Jateng Omah Expo 3, Eko Purwanto mengakui, selain rumah subsidi, rumah komersial atau nonsubsidi masih diminati, meski daya beli masyarakat tengah menurun.
“Adapun, lokasi rumah yang paling diminati masyarakat berada di wilayah penyangga Kota Semarang, seperti Kendal, Kabupaten Semarang, Demak, dan sekitarnya,” ujarnya yang juga Ketua Apernas Jateng itu.
Untuk diketahui, melalui pameran perumahan yang diselenggarakan Disperakim Jateng dan Forkom
Developer Jateng ini berupaya untuk mengurangi angka backlog perumahan yang diperkirakan mencapai lebih dari 300 ribu unit.