Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2025-07-31 at 16.08.56.jpeg
Ilustrasi jaringan gas (jargas) untuk sektor rumah tangga. (Dok. PGN)

Intinya sih...

  • Konsumsi gas naik 11 persen, pasokan tetap aman

  • Sektor transportasi mencapai 16 ribu LSP

  • Respons cepat layanan pelanggan, tingkat penyelesaian kasus mencapai 98 persen

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), selaku Subholding Gas Pertamina, resmi menutup masa tugas Satuan Tugas (Satgas) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 dengan catatan kinerja positif. Sepanjang periode libur panjang tersebut, PGN berhasil menjaga operasional tetap aman dan andal di seluruh rantai pasok.

Kesiapan infrastruktur yang matang serta respons cepat tim di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan PGN dalam menjamin kontinuitas energi bagi masyarakat.

1. Konsumsi gas meningkat, pasokan tetap aman

Stasiun Gas di Pagar Dewa milik PGN (Dok. PGN)

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta mengungkapkan, realisasi penyaluran gas bumi selama periode Nataru itu mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Tercatat, rata-rata realisasi niaga gas bumi mencapai 881 BBTUD (Billion British Thermal Unit per Day). Angka itu menunjukkan peningkatan sekitar 11 persen jika disandingkan dengan periode Nataru tahun lalu, seiring dengan pulihnya aktivitas ekonomi dan meningkatnya kebutuhan pelanggan.

"Secara umum, status operasional penyaluran energi Subholding Gas berada dalam kondisi aman. Untuk wilayah Sumatera, PGN masih melanjutkan proses normalisasi pascabanjir. Melalui infrastruktur gas bumi yang tersebar di berbagai wilayah, PGN menjaga penyaluran gas kepada pelanggan komersial dan industri, pelanggan kecil, serta lebih dari 821 ribu pelanggan rumah tangga sehingga tetap berjalan sesuai kebutuhan," katanya dilansir keterangan resmi yang diterima IDN Times, Jumat (23/1/2026).

Tidak hanya sektor rumah tangga dan industri, PGN juga memastikan pasokan gas ke sektor pembangkit listrik berjalan lancar. Hal itu krusial untuk menopang keandalan sistem kelistrikan nasional yang menjadi tulang punggung aktivitas masyarakat selama liburan.

2. Sektor Transportasi mencapai 16 ribu LSP

PGN mendorong pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG). (Dok. PGN).

Di sektor transportasi, layanan Bahan Bakar Gas (BBG) juga beroperasi sesuai target prognosa. Hery merinci, infrastruktur pengisian bahan bakar gas tetap siaga melayani kendaraan umum maupun pribadi yang menggunakan energi ramah lingkungan ini.

"Sebanyak 12 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan 2 Mobile Refueling Unit (MRU) terus beroperasi selama periode Nataru, dengan realisasi penyaluran mencapai lebih dari 16 ribu LSP (liter setara premium)," tambah Hery.

3. Respons cepat layanan pelanggan

Ilustrasi pemasangan jaringan gas. (Dok. PGN)

Selain menjaga fisik penyaluran, PGN juga mencatatkan kinerja apik dalam penanganan keluhan pelanggan. Selama masa siaga Nataru, tingkat penyelesaian kasus atau customer handling mencapai angka 98 persen (closed). Capaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan layanan responsif dan solutif.

Di sisi hulu hingga hilir lainnya—termasuk pengangkutan gas, penyimpanan dan regasifikasi LNG, serta produksi LPG—seluruhnya dilaporkan dalam kondisi aman.

Keberhasilan pengamanan pasokan tidak lepas dari koordinasi intensif antara Satgas Nataru PGN dengan Satgas Nataru Holding Migas Pertamina serta Posko Bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Editorial Team