Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
SUN Energy meluncurkan inisiatif ESG berbasis pilar sosial melalui program edukasi energi terbarukan bernama SUN Rise (SUN Renewable Insight and Solar Expertise). (dok. SUN Energy)
SUN Energy meluncurkan inisiatif ESG berbasis pilar sosial melalui program edukasi energi terbarukan bernama SUN Rise (SUN Renewable Insight and Solar Expertise). (dok. SUN Energy)

Intinya sih...

  • Pengembang energi surya, SUN Energy meluncurkan program edukasi energi terbarukan bernama SUN Rise.
  • Program ini telah menjangkau lebih dari 40 ribu peserta dengan total lebih dari 600 jam aktivitas edukasi.
  • Program fokus pada masyarakat umum, tenaga ahli dan profesional, mahasiswa dan pelajar untuk memperkuat literasi energi dan mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Pengembang proyek energi surya, SUN Energy berupaya mempercepat transisi energi nasional. Salah satu yang dilakukan dengan meluncurkan inisiatif ESG berbasis pilar sosial melalui program edukasi energi terbarukan bernama SUN Rise (SUN Renewable Insight and Solar Expertise). 

1. Fondasi transisi energi yang inklusif dan berkelanjutan

SUN Energy meluncurkan inisiatif ESG berbasis pilar sosial melalui program edukasi energi terbarukan bernama SUN Rise (SUN Renewable Insight and Solar Expertise). (dok. SUN Energy)

Hingga kuartal 1 tahun 2025, program ini telah menjangkau lebih dari 40 ribu peserta dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pelajar hingga profesional industri, dengan total lebih dari 600 jam aktivitas edukasi yang diselenggarakan secara daring maupun luring.

Tantangan dalam transisi energi di Indonesia masih signifikan. Lebih dari 94 persen provinsi dinilai belum siap beralih ke energi bersih secara optimal. Salah satu hambatan utama adalah keterbatasan tenaga kerja terampil di sektor energi terbarukan. 

Situasi ini mengindikasikan kebutuhan mendesak untuk mempercepat pengembangan kapasitas SDM sebagai fondasi transisi energi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sun Rise hadir sebagai solusi terhadap tantangan tersebut dengan mengedepankan pendekatan edukatif yang inklusif, aplikatif, dan kolaboratif, guna memperkuat literasi energi dan menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dalam mendukung transisi energi nasional.

2. Fokus ke 3 kelompok sasaran utama

Ilustrasi negara yang memiliki tenaga surya terbesar di dunia. (Pinterest/EBNW Story)

Chief Sales Officer SUN Energy, Oky Gunawan menyampaikan, Sun Rise merupakan wujud nyata dari komitmen ESG untuk tidak hanya mengedukasi, tetapi juga mengorkestrasi percepatan transisi energi di Indonesia. 

“Melalui inisiatif ini, kami ingin berada di garis terdepan dalam menyiapkan talenta masa depan, memperluas akses pengetahuan, dan membentuk ekosistem yang kolaboratif bagi energi surya. Lebih dari sekadar pengguna, kami ingin melahirkan generasi pelopor yang siap memimpin perubahan menuju masa depan energi bersih yang berkelanjutan,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Jumat (2/5/2025).

Program ini berfokus pada tiga kelompok sasaran utama, yaitu masyarakat umum, tenaga ahli dan profesional, mahasiswa dan pelajar. 

Pada bidang pendidikan vokasi, SUN Energy melalui SUN Foundation (Yayasan SUN) menjalin kerja sama dengan SMKN 2 Kendal dalam penyelenggaraan Solar Technician Program. Program ini selaras dengan inisiatif Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI sebagai bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia vokasi yang unggul dan siap kerja, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 68 Tahun 2022.

Selama 6 bulan, 30 siswa dan 6 guru mendapatkan pembekalan teknis berbasis industri, mulai dari instalasi, perawatan, hingga troubleshooting sistem surya, dengan total hampir 150 jam pelatihan. Materi teori dan praktik langsung terkait instalasi, perawatan, dan troubleshooting sistem energi surya. Dengan pendekatan yang aplikatif dan berbasis kebutuhan industri, program ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing lulusan vokasi sekaligus memperkuat kapasitas tenaga kerja di sektor energi terbarukan.

3. Percepat perubahan mindset masyarakat

ilustrasi mindset (pexels.com/Kelvin Valerio)

"Melalui program pelatihan teknisi surya ini, siswa kami memperoleh keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja, khususnya di industri energi surya. Selain meningkatkan kesiapan kerja bagi lulusan kami, tetapi juga membuka peluang lebih besar di sektor energi bersih yang terus berkembang,’’ ujar Kepala Program Teknik Ketenagalistrikan SMKN 2 Kendal, Ani Nursiah. 

Hingga saat ini, SUN Rise telah bermitra dengan lebih dari 70 organisasi di seluruh Indonesia. Dengan dukungan berbagai pihak, SUN Energy optimistis dapat mempercepat perubahan mindset masyarakat mengenai pentingnya transisi ke energi bersih, dari usia dini hingga tingkat profesional.

Head of Marketing SUN Energy, Anggita Pradipta menambahkan, SUN Rise bukan sekadar inisiatif edukasi, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang SUN Energy terhadap prinsip ESG. 

‘’Melalui peningkatan kesadaran, pengembangan keterampilan, dan kolaborasi lintas sektor, kami berupaya membangun ekosistem energi hijau yang inklusif dan berkelanjutan. Harapannya, program ini tidak hanya mencetak generasi yang melek teknologi energi surya, tetapi juga membentuk komunitas yang siap berperan aktif dalam percepatan transisi menuju Indonesia Net Zero Emissions,’’ tandasnya.

Editorial Team