Para petugas ruang kontrol terpadu Pelabuhan Tanjung Emas sedang bekerja. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Sejak April 2025, pihaknya telah menghadirkan waiting area yang berfungsi sebagai one stop solution bagi para pengemudi dengan fasilitas istirahat dan layanan administrasi terminal.
Keberadaan waiting area ini memberikan manfaat signifikan, antara lain mengurangi antrean di dalam dan sekitar terminal, meningkatkan keselamatan kerja, menekan potensi kecelakaan lalu lintas operasional, serta memberikan kenyamanan dan kepastian layanan bagi pengemudi truk.
Dengan pendekatan ini, pihaknya tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menjadikan aspek keselamatan dan ketertiban sebagai prioritas utama.
Namun diakuinya bahwa seperti terminal lainnya, TPK Semarang masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain fluktuasi volume pada periode tertentu, kepatuhan pengguna jasa terhadap sistem, serta faktor eksternal seperti cuaca, rob, dan penurunan tanah di beberapa area.
Tetapi, manajemen secara konsisten melakukan mitigasi melalui penguatan perencanaan, koordinasi lintas instansi, serta penyempurnaan sistem dan prosedur operasional.
Nyoman menambahkan pihaknya nantinya dapat terus tumbuh menjadi terminal peti kemas yang andalan, efisien, dan berdaya saing, seiring dengan pertumbuhan industri di Jawa Tengah.
Pencapaian 1 juta TEUs ini menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional secara berkelanjutan.
Ke depan,TPK Semarang akan terus melanjutkan program pengembangan kapasitas, peningkatan efisiensi operasional, penguatan budaya K3, serta implementasi prinsip ESG secara konsisten guna memastikan terminal tetap handal, kompetitif, dan berkelanjutan.
"Pengembangan TPK Semarang akan difokuskan pada penguatan kapasitas, peningkatan efisiensi, dan akselerasi digitalisasi layanan," tandasnya.