Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi bongkar muat peti kemas di pelabuhan. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Ilustrasi bongkar muat peti kemas di pelabuhan. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Intinya sih...

  • Terminal Peti Kemas Semarang akan ditinggikan dan diremajakan peralatan bongkar muat untuk meningkatkan kinerja tahunan.

  • Pihak pengelola juga memperkuat sistem teknologi informasi yang terintegrasi serta mendukung kelancaran arus logistik darat.

  • TPKS masih menghadapi hambatan fluktuasi volume dan kepatuhan pengguna jasa, namun tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Dermaga bongkar muat peti kemas di area Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada 2026 akan ditinggikan untuk menyikapi kondisi penurunan tanah yang masif di Kota Atlas. 

Pihak pengelola Terminal Peti Kemas Semarang menyatakan sejumlah peralatan bongkar muat akan diremajakan untuk meningkatkan kinerja tahunan. 

1. Lakukan peremajaan armada truk kontainer

Ilustrasi bongkar muat peti kemas di pelabuhan. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna mengatakan selain peninggian dermaga dan kawasan container yard, pihaknya juga modernisasi peralatan bongkar muat melalui penambahan 27 unit kepala truk dan casis, serta pengadaan 4 unit Quay Container Crane (QCC) yang memiliki kapasitas full twin-lift.

Di samping itu terdapat penambahan alat crane dengan jangkauan yang lebih jauh hingga 16 row dibandingkan QCC existing saat ini. 

"Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan dan dukungan berkelanjutan, TPK Semarang diharapkan mampu berkontribusi optimal terhadap kelancaran logistik nasional," paparnya, Kamis (8/1/2026). 

2. Terminal Peti Kemas perkuat sistem teknologi informasi yang terintegrasi

Kru Terminal Peti Kemas dan petugas keamanan foto bersama dengan latar belakang buritan kapal kargo. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Selain itu, pada tahun 2026 sebanyak 3 unit RTG akan diselesaikan proses elektrifikasinya hingga 100 persen.

Penguatan sistem teknologi informasi terintegrasi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia juga akan terus dilakukan sejalan dengan transformasi terminal berbasis planning and control.

Dalam mendukung kelancaran arus logistik darat, pihaknya telah menerapkan terminal booking system (TBS) sejak tahun 2022 dan terus menyempurnakannya. 

Pendekatan menyeluruh yang mencakup kesiapan sistem, proses bisnis, SDM, serta partisipasi aktif pengguna jasa menjadikan TBS TPK Semarang sebagai percontohan implementasi di lingkungan pelabuhan. 

3. TPKS masih hadapi hambatan fluktuasi volume dan kepatuhan pengguna jasa

Para petugas ruang kontrol terpadu Pelabuhan Tanjung Emas sedang bekerja. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Sejak April 2025, pihaknya telah menghadirkan waiting area yang berfungsi sebagai one stop solution bagi para pengemudi dengan fasilitas istirahat dan layanan administrasi terminal. 

Keberadaan waiting area ini memberikan manfaat signifikan, antara lain mengurangi antrean di dalam dan sekitar terminal, meningkatkan keselamatan kerja, menekan potensi kecelakaan lalu lintas operasional, serta memberikan kenyamanan dan kepastian layanan bagi pengemudi truk. 

Dengan pendekatan ini, pihaknya tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menjadikan aspek keselamatan dan ketertiban sebagai prioritas utama.

Namun diakuinya bahwa seperti terminal lainnya, TPK Semarang masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain fluktuasi volume pada periode tertentu, kepatuhan pengguna jasa terhadap sistem, serta faktor eksternal seperti cuaca, rob, dan penurunan tanah di beberapa area. 

Tetapi, manajemen secara konsisten melakukan mitigasi melalui penguatan perencanaan, koordinasi lintas instansi, serta penyempurnaan sistem dan prosedur operasional.

Nyoman menambahkan pihaknya nantinya dapat terus tumbuh menjadi terminal peti kemas yang andalan, efisien, dan berdaya saing, seiring dengan pertumbuhan industri di Jawa Tengah

Pencapaian 1 juta TEUs ini menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas layanan dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional secara berkelanjutan.

Ke depan,TPK Semarang akan terus melanjutkan program pengembangan kapasitas, peningkatan efisiensi operasional, penguatan budaya K3, serta implementasi  prinsip ESG secara konsisten guna memastikan terminal tetap handal, kompetitif, dan berkelanjutan. 

"Pengembangan TPK Semarang akan difokuskan pada penguatan kapasitas, peningkatan efisiensi, dan akselerasi digitalisasi layanan," tandasnya. 

Editorial Team