Comscore Tracker

Nelayan Natuna Tolak Kedatangan Ratusan Nelayan Pantura, Ini Alasannya

Mampu melaut di ZEE asal difasilitasi

Semarang, IDN Times - Ratusan nelayan asal Pantura Jawa Tengah siap diberangkatkan ke Natuna untuk ikut menjaga kedaulatan wilayah Indonesia. Para nelayan yang siap diberangkatkan diantaranya dari Tegal, Pati, Rembang. Namun ternyata rencana kedatangan para nelayan dari Pantura ini ditolak oleh nelayan Natuna.

Sebanyak 500 kapal besar nelayan Pantura Jawa Tengah menyatakan kesiapannya untuk membantu TNI dalam misi pengamanan perairan di Natuna. Hal itu dilakukan sebagai upaya menjaga kedaulatan laut Indonesia. Namun ternyata rencana mobilisasi nelayan dari Pantura ke Natuna ditolak oleh nelayan di sana.

Baca Juga: Tanggapi Ratusan Nelayan Pantura Siap ke Natuna, Ganjar: Sesuaikan WPP

1. Khawatir cantrang yang dipakai nelayan Pantura merusak ikan dan biota laut lainnya

Nelayan Natuna Tolak Kedatangan Ratusan Nelayan Pantura, Ini AlasannyaIlustrasi nelayan. IDN Times/ Muchammad Haikal

Nelayan Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menolak rencana kedatangan ratusan nelayan pantai utara (pantura) Jawa melaut di perairan Natuna Utara.

Ketua nelayan Desa Sepempang, Natuna, Hendri menyampaikan penolakan karena beberapa pertimbangan, seperti nelayan pantura menggunakan alat tangkap cantrang.

"Alat tangkap cantrang dapat merusak ikan dan biota laut lainnya sehingga akan merugikan nelayan itu sendiri," kata Hendri seperti dilansir dari Antara.

2. Bakal tersaingi dengan kedatangan nelayan Pantura

Nelayan Natuna Tolak Kedatangan Ratusan Nelayan Pantura, Ini AlasannyaIlustrasi kapal-kapal nelayan. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Kemudian, kata dia, nelayan pantura menggunakan kapal yang lebih besar dan peralatan tangkap modern.

Hal ini tentu membuat nelayan Natuna merasa tersaingi karena armada mereka saat ini masih kecil dan peralatan tangkap yang ada sangat tradisional yaitu berupa pancing ulur.

"Kondisi ini juga akan menyebabkan nelayan lokal jauh tertinggal dan tersisih," imbuhnya.

3. Nelayan Natuna mampu melaut hingga ke ZEE asal didukung peralatan memadai

Nelayan Natuna Tolak Kedatangan Ratusan Nelayan Pantura, Ini AlasannyaPergerakan kapal nelayan asing melalui layar yang tersambung kamera intai dari Pesawat Boeing 737 Intai Strategis AI-7301 Skadron Udara 5 Wing 5 TNI AU Lanud Sultan Hasanudin Makassar di Laut Natuna. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Ketua nelayan Desa Batu Gajah, Natuna, Kurniawan Sindro Utomo meminta Pemkab Natuna maupun Pemerintah Pusat memberdayakan nelayan setempat dibanding mendatangkan nelayan pantura.

Menurut dia, nelayan juga mampu melaut hingga ke Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) asal didukung dengan kapal-kapal dan peralatan yang memadai.

"Pemerintah sebaiknya membantu nelayan Natuna dengan kapal di atas 50 GT, bukan malah mendatangkan nelayan pantura," tuturnya.

Nelayan Natuna lainnya, Khairul Anam, mengaku khawatir jika pemerintah tetap mendatangkan nelayan pantura ke Natuna, maka dapat menimbulkan gesekan antara kedua belah pihak nelayan.

"Konflik Indonesia dan China mulai mereda di laut Natuna. Jangan sampai nanti ada pula konflik lanjutan antara nelayan Natuna dan nelayan pantura," ucap Khairul.

4. Pemberangkatan nelayan Pantura ke Natuna masih menunggu aturan teknis

Nelayan Natuna Tolak Kedatangan Ratusan Nelayan Pantura, Ini AlasannyaKetua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal, H Riswanto. IDN Times/ Muchammad Haikal

Ratusan nelayan Pantai Utara (Pantura) Kota Tegal, Jawa Tengah menyatakan siap, untuk diberangkatkan menuju perairan Natuna, Kepualauan Riau. Namun, mereka masih menunggu aturan teknis dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam).

Kesiapan tersebut disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal, H Riswanto saat dihubugi IDN Times melalui sambungan telepon, Senin (6/1) sore. Pria berpawakan sedang ini menyebut, telah melakukan rapat terbatas dengan Deputi IV Menkopolhukam di Jakarta.

Dalam rapat tersebut, Riswanto mengaku masih membahas perihal teknis berkaitan dengan perizinan, fasilitas, kesediaan dan harga bahan bakar minyak (BBM) khusus nelayan, keamanan serta pengamanan dari negara.

Baca Juga: 500 Kapal Nelayan dari Tegal, Rembang, Pati Siap Bergerak ke Natuna

Topic:

  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya