TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Udara Bersih saat COVID-19, Kijang hingga Lutung Muncul di Gunung Ungaran

Peneliti anggap COVID-19 ada hikmahnya

Foto hanya ilustrasi. pexels.com/pixabay

Semarang, IDN Times - Meluasnya pandemik virus Corona (COVID-19) ke berbagai daerah tak cuma berdampak negatif terhadap kelangsungan hidup manusia. 

Ternyata ada juga hikmah yang dapat dipetik. Salah satunya munculnya fenomena ragam satwa liar yang saat ini berani menampakan diri di Gunung Ungaran.

Dari hasil penelitian Pusat Konservasi Keanekaragaman Hayati Universitas Negeri Semarang, beberapa satwa liar yang saat ini mampu berkembangbiak yaitu kijang dan berbagai jenis burung.

Baca Juga: 5 Hal Seputar Polusi Udara yang Penting untuk Diketahui

1. Beberapa hewan liar kini berani menampakan diri di Gunung Ungaran

Instagram.com/prastyoeko691

Margareta Rahayunjngsih, Peneliti Bidang Pusat Konservasi Keanekaragaman Hayati Unnes mengaku gembira dengan penampakan kijang yang terekam kamera di Gunung Ungaran. Baginya ini jadi hal luar biasa lantaran sejak delapan tahun terakhir meneliti Gunung Ungaran, hewan bertanduk tersebut tak pernah menampakan diri.

"Ada beberapa kemungkinan di area hutan lindung, dengan berkurangnya aktivitas manusia seperti berwisata, naik gunung, dan perburuan liar, membuat hewan yang lama bermukim di gunung jadi lebih leluasa bergerak lagi," kata Eta, sapaan akrabnya saat berbincang dengan IDN Times, Kamis (21/5).

2. Seekor kijang sudah berani menyambangi sumber air

Seekor kijang saat terekam kamera muncul di Gunung Ungaran. (Doc. FMIPA Unnes)

Menurutnya seekor kijang berukuran besar kini mulai berani mendekati sumber air di aliran sungai Gunung Ungaran. 

Selain itu, sejumlah satwa liar lainnya juga bergerak dengan lebih leluasa di lokasi yang daya jelajahnya lebih luas. "Karena jalan wisata yang biasa dilalui wisatawan jadi sepi selama COVID-19. Makanya mereka bisa bebas cari makan apapun," ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa dengan munculnya satwa liar yang cukup banyak menandakan polusi udara kini berkurang drastis. Misalnya di Taman Nasional Baluran, ia mendapat informasi ada burung merak dan burung langka sejenisnya populasinya belakangan terlihat cukup banyak.

Baca Juga: Pemudik Warga Ungaran Bakal Isolasi 14 Hari, Dipantau Aplikasi Online

Berita Terkini Lainnya