Comscore Tracker

Jeritan Warga yang Kena Banjir Rob di Pantura Jateng, Tak Bisa Kerja Tak Ada Tempat untuk Tidur 

Pembangunan infrastruktur tol tanggul laut perparah banjir rob

Semarang, IDN Times - Gelombang tinggi Laut Jawa yang mencapai 1,5 meter hingga 2,5 meter menyebabkan banjir rob di sepanjang pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah dalam beberapa waktu terakhir. 

1. Perkampungan Tambak Lorok Semarang dikepung banjir rob

Jeritan Warga yang Kena Banjir Rob di Pantura Jateng, Tak Bisa Kerja Tak Ada Tempat untuk Tidur Kampung Tambak Lorok di Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara terendam banjir rob. (IDN Times/bt/KNTI)

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan resmi mencatat kondisi banjir rob ini terjadi mulai dari Pantai Tegal, Wonokerto-Pekalongan, Pantai Sari-Pekalongan, Pantai Batang, Pantai Tawang Kendal, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jalan Raya Genuk Semarang-Demak, Pantai Karang Tengah Demak, Pantai Rembang hingga pesisir Jawa Timur.

Luapan dari tingginya air laut pasang ini berdampak pada kehidupan warga di sekitar lokasi tersebut. Bahkan, naiknya permukaan air laut bersamaan dengan gelombang besar telah membobol tanggul di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, sehingga air meluber ke daratan dan membuat banjir rob, Senin (23/5/2022).

Para pekerja harus menembus banjir rob untuk pulang. Sejumlah industri, instansi dan perusahaan terpaksa berhenti beroperasi. Kemudian, warga di sejumlah perkampungan di pesisir Semarang juga tidak bisa beraktivitas.

Slamet Ari Nugroho, warga Semarang Utara mengatakan, ia bersama keluarga besarnya yang tinggal di Tambak Lorok turut terdampak bencana tersebut. Permukiman di Tambak Lorok sehari-hari tergenang air.

‘’Kalau di jalan raya ketinggiannya 25–30 centimeter, di pemukiman lebih tinggi lagi yakni setinggi pusar orang dewasa atau sekitar lebih dari 100 cm. Apalagi, setelah tanggul jebol di daerah Kaliwatu atau perbatasan antara Tambak Lorok dan Pelabuhan Tanjung Emas, genangan air rob makin tinggi lagi,’’ ungkapnya saat dihubungi, Rabu (25/5/2022).

2. Rob besar sudah terjadi 2 tahun terakhir

Jeritan Warga yang Kena Banjir Rob di Pantura Jateng, Tak Bisa Kerja Tak Ada Tempat untuk Tidur Para pekerja menembus banjir rob untuk menuju tempat mereka bekerja di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Selasa (24/5/2022). (Antara/Aji Styawan)

Menurut dia, tanggul yang jebol itu karena kurang tinggi, sehingga tidak bisa menahan luapan dari air laut yang pasang.

‘’Akhirnya, meluber ke kawasan Lamicitra dan ditambah ketinggian jalan di sana tidak lebih tinggi dari sunga di Kaliwatu jadi begitu meluber habis di situ,’’ tuturnya.

Dari kondisi tersebut, Ari yang juga menjabat sebagai Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Jawa Tengah meminta pemerintah agar mengirimkan bantuan berupa perahu karet dan dapur umum untuk keperluan warga di Tambak Lorok.

Rob besar ini sudah terjadi dalam dua tahun terakhir, tapi belum ada tindakan antisipasi dari pemerintah hingga akhirnya terjadi bencana tanggul jebol, Senin (23/5/2022). KNTI Jateng pun sudah pernah mengkomunikasikan ke pemerintah provinsi maupun kota, namun melihat dari segi penganggaran belum ada dana untuk dampak krisis iklim seperti banjir rob ini.

‘’Belum ada dana taktis atau anggaran dari pemerintah. Sementara, katanya BBWS akan membangun sabuk pantai di kawasan Tambak Lorok pada bulan Agustus nanti. Lha, satu hari bagi kami saja lama apalagi nunggu Agustus,’’ ujarnya.

Baca Juga: Tanggul Jebol di Pelabuhan Tanjung Emas Ditutup dengan Karung Pasir 

3. Pembangunan tol Semarang–Demak perparah rob

Jeritan Warga yang Kena Banjir Rob di Pantura Jateng, Tak Bisa Kerja Tak Ada Tempat untuk Tidur Ilustrasi pembangunan jalan tol Semarang-Demak. (Dok. Pemprov Jateng)

Adapun, pembangunan infrastruktur Tol Tanggul Laut Semarang–Demak turut berkontribusi terhadap dampak banjir rob ini. Dampak tersebut secara langsung dirasakan oleh daerah-daerah yang tidak terdampak langsung oleh pembangunan tol tanggul laut.

Ari mengungkapkan, sejak tahun 2019 KNTI Jateng sudah menyuarakan soal penutupan akses aliran air laut di sekitar Semarang ke timur atau Demak. Sebab, penutupan itu akan berdampak dan dirasakan daerah-daerah yang tidak terdampak langsung oleh tol tanggul laut.

‘’Misalnya, daerah Tambak Lorok, Tambakrejo, dan Semarang Barat tidak terdampak langsung pembangunan tol. Namun, penutupan aliran air laut akan berdampak pada kami. Maka itu, kami pernah meminta dibangunkan sabuk pantai di area Semarang yang tidak terdampak pembangunan tol sebelum aliran air laut ditutup. Ini agar arus air laut tidak menerjang area yang tidak terdampak. Sabuk pantai ini di dalamnya juga harus ada pompa air untuk menyedot air hujan jika banjir dan dibuang ke laut,’’ jelasnya.

Dampak banjir rob juga dirasakan oleh tukang ojek di Pantai Morosari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Sanadi. Rumahnya di daerah Sayung sudah tenggelam karena air laut pasang dengan ketinggian lebih dari 100 meter.

‘’Rumah saya ini sudah ditinggikan dua kali lipat dari rumah lama, tapi ini kembali tenggelam. Ngapunten mboten dugi jalan-jalan malih, rob e pun munggah meja wonten sedoyo kampung (Maaf, air rob sudah tidak menggenangi jalan-jalan lagi tapi sudah naik hingga di atas meja rumah warga kampung di sini),’’ jelasnya.

4. Permukiman di pesisir Demak tenggelam

Jeritan Warga yang Kena Banjir Rob di Pantura Jateng, Tak Bisa Kerja Tak Ada Tempat untuk Tidur Permukiman Dukuh Timbulsloko, Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak tenggelam oleh banjir rob. (IDN Times/bt/Masnuah)

Banjir rob juga menyebabkan akses jalan di kampung pesisir di Kecamatan Bonang, Demak putus. Menurut Masnuah, pendiri komunitas Perempuan Nelayan Puspita Bahari, sebelum kejadian Senin (23/5/2022) lalu rob sudah merajalela baik di kampung pesisir maupun daerah bukan pesisir Demak.

‘’Dulu akses jalan di Bonang masih bisa dilalui mobil, bedak, delman, sekarang sudah terputus semua. Itu mengganggu aktivitas warga sehari-hari. Rumah tenggelam, jalan tenggelam. Dulu Desa Morodemak, Desa Purworejo dan Desa Margolinduk kalau ada rob masih bisa surut, sekarang nggak bisa. Sehari-hari rob menggenangi desa tersebut,’’ ungkapnya saat dikonfirmasi.

Kemudian, lanjut dia, Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung ketinggian rob mencapai 1,5 meter. Desa Timbulsloko ini sudah disebut sebagai desa tenggelam. Hidup warga yang tinggal di RW 7 Dukuh Timbulsloko berpacu dengan rob.

Rumah warga di sana pun sudah menjadi rumah pendek. Pemilik rumah harus jongkok untuk masuk ke rumah. Mereka masih bertahan tinggal sambil meninggikan rumah dan membuat rumah panggung di luar rumah untuk tidur setiap malam.

Selain itu, Desa Sriwulan di kecamatan yang sama, disamping mengalami banjir rob karena jebolnya tanggul Pelabuhan Tanjung Emas juga terdampak pembangunan jalan tol.

5. Petani tambak di Pati merugi karena banjir rob

Jeritan Warga yang Kena Banjir Rob di Pantura Jateng, Tak Bisa Kerja Tak Ada Tempat untuk Tidur Foto udara kondisi terpaan gelombang ombak air laut di Pesisir pantai Utara, Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (23/5/2022). Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan menghimbau warga sekitar pesisir pantai Utara Pekalongan untuk waspada dengan adanya gelombang laut setinggi sekitar 1-3 meter dan dapat menyebabkan banjir rob. (Antara/Harviyan Perdana Putra)

‘’Bayangkan saja tol belum jadi saja dampaknya seperti ini. Apalagi, sudah jadi dan dilewati kendaraan dengan beban berat. Apa nggak makin ambles dan tenggelam permukiman atau desa di sekitar lokasi tol,’’ tutur Masnuah sebagai pendamping warga terdampak banjir rob di Demak.

Bergeser dari Demak, di Pesisir Pati juga tak luput dari amukan air laut pasang. Beberapa desa di Kecamatan Tayu dan Dukuhseti diterjang ombak besar hingga masuk ke rumah warga.

Warga Desa Banyutowo Dukuhseti, Dayu menuturkan, selama ia hidup di desa tersebut belum pernah menjumpai rob disertai ombak besar hingga masuk ke rumah warga. Kemudian, tidak hanya rumah warga yang terdampak, tapi juga tambak milik warga.

‘’Debit air rob yang tinggi membuat sungai tidak muat menampung, akhirnya meluap ke tambak milik warga yang berisi ikan bandeng dan nilai. Kejadian itu membuat para petani tambak merugi. Sebab, sebulan lagi mereka panen tapi ini malah terendam banjir rob dan ikan-ikannya pada lepas,’’ jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/5/2022).

Saat ini ombak di pesisir Pati masih kencang dan besar. Warga di sana tetap berjaga dan waspada kalau ada angin kencang dan banjir rob susulan. Adapun, hingga saat ini belum ada bantuan yang sampai di desa-desa tersebut.

6. Ratusan warga pesisir Pekalongan mengungsi

Jeritan Warga yang Kena Banjir Rob di Pantura Jateng, Tak Bisa Kerja Tak Ada Tempat untuk Tidur Sejumlah warga berjalan melewati jalan di sekitar rumahnya yang tergenang banjir rob di Tirto, Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (24/5/2022). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, adanya fenomena air laut pasang di pesisir pantai Utara Pekalongan berimbas sejumlah daerah di Kota Pekalongan mengalami banjir rob, dengan ketinggian rata-rata mencapai antara 5-70 centimeter. (Antara/Harviyan Perdana Putra)

Sementara, di sejak Senin (23/5/2022) banjir rob juga bertamu di pesisir Pekalongan dengan tinggi gelombang mencapai 1,2 meter. Kondisi itu berdampak pada naiknya air laut melalui muara sungai di Kota Pekalongan baik Sungai Meduri, Sungai Loji, Sungai Banger dan Sungai Gabus. Akibat air limpas di beberapa sempadan sungai itu sejumlah permukiman warga terkena banjir rob.

Seperti para warga di Kelurahan Tirto yang harus mengungsi karena tanggul Sungai Meduri jebol. Salah satu warga RT 01 RW 04 Kelurahan Tirto, Kasriyah mengatakan, rob kali ini berbeda dengan biasanya yang datang langsung surut karena ada pompa air. Namun, beberapa hari ini genangan air rob tidak surut-surut karena tanggul Sungai Meduri jebol.

‘’Aliran air semakin besar dan deras. Di jalanan sudah setinggi lutut, sedangkan di rumah saya sudah sedada. Akhirnya, saya mengungsi karena rumah sudah tidak bisa ditinggali,’’ katanya saat dikonfirmasi.

Warga berharap agar tanggul Sungai Meduri yang jebol segera diperbaiki. Sementara, berdasarkan data BPBD Kota Pekalongan hingga Rabu (25/5/2022) jumlah warga yang mengungsi akibat banjir rob mencapai 350 orang.

Baca Juga: 3 Kampung Terdampak Banjir Rob di Semarang, Terparah di Tambaklorok

Topic:

  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya