Comscore Tracker

Langganan Longsor, 75 Persen Daerah di Banjarnegara Rawan Bencana

Bencana hidrometeorologi dan geologi mengancam Banjarnegara

Banjarnegara, IDN Times - Memasuki awal tahun 2021, sejumlah daerah di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah sudah dilanda bencana alam. Bukan hanya bencana hidrometeorologi, tapi juga geologi. Puluhan rumah rusak karena dampak tanah longsor dan gerakan tanah.   

1. Sepanjang tahun 2020 ada 12 titik longsor di Banjarnegara

Langganan Longsor, 75 Persen Daerah di Banjarnegara Rawan BencanaBencana tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara. Dok. Serayunews.com

Berdasarkan data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara melalui laman resmi bnpb.go.id, sepanjang tahun 2020, bencana tanah longsor sudah terjadi di 12 titik.

Adapun 12 titik longsor tersebut meliputi longsor di jalur provinsi tepatnya di sejumlah tempat berikut ini.

  1. Longsor di tanjakan Sikelir Kecamatan Wanayasa
  2. Longsor di jalur Sumberjo menuju Sidengok jalan desa Kecamatan Pejawaran
  3. Longsor di Dusun Sipreng Desa Kalisat Kidul Kecamatan Kalibening ( pemukiman)
  4. Tebing longsor di Tanjakan Princigan ruas jalan Ratamba menuju Batur ( jalan desa)
  5. Longsor Karangnangka Binangun Karangkobar (jalan kabupaten)
  6. Longsor Dukuh Alian Desa Ambal Karangkobar (jalan kababupaten)
  7. Longsor di Dukuh Gintung Desa Binangun RT02 RW02 Kecamatan Karangkobar (jalan)
  8. Longsor di Dukuh Sidamulya Desa Leksana Kec Karangkobar (longsor pemukiman mengancam satu rumah)
  9. Longsor di jalur Gumelar menuju Karangkobar (jalan desa)
  10. Longsor Dusun Sawalan RT05 RW03 Desa Kalisat Kidul kalibening (pemukiman)
  11. Longsor Desa Pesantren Dusun Sruni RT04 RW04 Kecamatan Wanayasa (jalan desa)
  12. Longsor di ruas jalan Karangkobar menuju Banjarnegara tepatnya di tikungan Slatri ( jalan provinsi).

2. Awal tahun 2021 terjadi longsor di tiga desa di Banjarnegara

Langganan Longsor, 75 Persen Daerah di Banjarnegara Rawan BencanaBencana tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara. Dok. Serayunews.com

Melansir dari Serayunews.com, masih pada bulan Januari 2021, sudah ada kejadian longsor tebing setinggi 50 meter di Desa Glempang, Kecamatan Mandiraja setelah diguyur hujan lebat. Kejadian tersebut menyebabkan ruas jalan provinsi yang menghubungkan Banjarnegara dengan Kebumen putus total tertimbun material tanah setinggi 3 meter.

Kemudian, bencana juga terjadi di Dusun Miramba RT 03 RW 05 Desa Watubelah, Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara, yakni tanah ambles dan merusak rumah warga setelah diguyur hujan deras. Akibat kejadian tersebut, dua kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pada waktu yang bersamaan, tiga rumah yang ada di Dusun Ponjen, Desa Pagedongan, Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banjarnegara rusak akibat diterjang longsoran tebing setinggi 20 meter. Longsor berawal saat wilayah Banjarnegara diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak Selasa (12/1/2021) siang hingga malam hari.

Selain itu, Tebing setinggi 25 meter yang ada di Dukuh Adisara, Desa Glempang, Kecamatan Mandiraja juga mengalami longsor. Akibatnya, akses jalan utama Banjarnegara-Gandulekor-Gombong ditutup karena jalan tertimbun material longsoran.

Baca Juga: Tanah Longsor Dominasi Kejadian Bencana di Banjarnegara 

3. Ada 163 kasus tanah longsor di Banjarnegara Selama 2020

Langganan Longsor, 75 Persen Daerah di Banjarnegara Rawan BencanaLongsor di Dusun Gunung Alang, Banjarnegara, warga bersama TNI dan pihak terkait membersihkan puing-puing longsor. Kamis (2/1). Dok BPBD Banjarnegara

Bencana longsor sudah menjadi langganan di Kabupaten Banjarnegara. Bahkan, BPBD setempat mencatat sepanjang tahun 2020, jumlah bencana tanah longsor mencapai 163 kejadian.

Kepala BPBD Banjarnegara, Aris Sudaryanto mengatakan, ada 222 bencana sepanjang tahun 2020 di Banjarnegara. Jumlah itu meliputi 163 kasus tanah longsor, 2 kasus banjir, angin kencang 26 kasus, gempa bumi 2 kasus, dan kebakaran 29 kasus.

‘’Dari kejadian tersebut, setidaknya 30 rumah mengalami rusak berat, 73 rusak sedang, 92 rusak ringan, 116 terancam, dan korban luka-luka mencapai 9 jiwa. Sedangkan, untuk korban jiwa tidak ada,’’ ungkapnya saat dihubungi IDN Times, Jumat (22/1/2020).

4. BPDB Banjarnegara susun peta wilayah rawan tanah longsor

Langganan Longsor, 75 Persen Daerah di Banjarnegara Rawan BencanaANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Dari bencana yang telah terjadi itu BPBD Kabupaten Banjarnegara telah menyusun peta wilayah rawan tanah longsor sebagai upaya mitigasi atau pengurangan risiko bencana. Untuk program pencegahan, sampai saat ini telah dilaksanakan pemetaan daerah rawan bencana di 14 kecamatan.

Peta tersebut memberikan gambaran tentang wilayah-wilayah rawan bencana, jalur evakuasi, titik kumpul jika terjadi bencana dan lain sebagainya. Adapun, dengan adanya peta itu pihak terkait dapat memiliki pedoman dalam menyusun program dan upaya mitigasi bencana.

Kasi Pencegahan Bencana BPBD Kabupaten Banjarnegara, Junaedi mengatakan, upaya itu diperlukan mengingat sejumlah wilayah di Kabupaten Banjarnegara merupakan area rawan tanah longsor.

‘’Rata-rata 75 persen daerah di Banjarnegara rawan bencana, yakni mulai Serayu Utara hingga Serayu Selatan. Bencana yang terjadi antara lain tanah longsor dan gerakan tanah,’’ ungkapnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

5. Sebanyak 75 persen daerah di Banjarnegara rawan bencana

Langganan Longsor, 75 Persen Daerah di Banjarnegara Rawan BencanaANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko

Menurut dia, kejadian bencana ini karena kondisi geologi yang memang labil. Apalagi, ketika intensitas air hujan tinggi.

‘’Kami terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati. Hal itu selalu kami sampaikan dalam sosialisasi pada masyarakat agar mereka bisa hidup berdampingan dengan bencana dan harus menyesuaikan ketika musim hujan,’’ jelasnya.

Sementara itu, melihat potensi dan iklim yang terjadi saat ini BPBD memprediksi masih ada kemungkinan penambahan jumlah kasus bencana di Banjarnegara. Mengingat saat ini intensitas hujan di wilayah Banjarnegara masih cukup tinggi. Hal itu diperparah dengan beberapa titik pergerakan tanah dan potensi longsor di sejumlah wilayah yang ada di Banjarnegara.

Baca Juga: Pengamat Ungkap Penyebab Banyak Bencana di Wilayah Jateng

Topic:

  • Bandot Arywono
  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya