Comscore Tracker

Ramadan di Semarang: Berpacu Lawan Pandemik dan Pemulihan Ekonomi 

Perketat protokol kesehatan di momen Ramadan dan Lebaran

Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang memaknai peringatan HUT Ke-474 tahun secara khusus, karena bertepatan dengan bulan Ramadan dan kondisi pandemik COVID-19. Momen itu dimanfaatkan dengan menjawab tantangan untuk membuat Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah tersebut lebih baik.

1. Pertandingan melawan COVID-19 dengan vaksinasi bagi warga Semarang

Ramadan di Semarang: Berpacu Lawan Pandemik dan Pemulihan Ekonomi Vaksinasi lansia di Sentra Vaksinasi BUMN di PRPP Jateng Semarang. (dok. Istimewa)

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyampaikan tantangan-tantangan apa saja yang harus dijawab itu pada acara ‘’Salam Ramadan, Cerita Indonesia’’ yang disiarkan langsung melalui Instagram IDN Times pada Selasa (5/5/2021).

Menurut pria yang akrab disapa Hendi itu, hal terpenting dalam HUT ke-474 tahun Kota Semarang adalah berjuang melawan COVID-19.

‘’Meskipun, saat ini 366 ribu dari 1,7 juta warga Kota Semarang sudah divaksinasi, bukan berarti pertandingan kita melawan COVID-19 selesai. Justru ini adalah awal kita untuk bangkit, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan memulihkan perekonomian seperti sedia kala,’’ ungkapnya kepada Pemimpin Redaksi IDN Times, Uni Lubis yang memandu acara.

Sehingga, imbuhnya, tidak ada perayaan yang spesial dalam perayaan HUT ke-747 tahun Kota Semarang. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dalam kemasan yang lebih sederhana.

Baca Juga: 5 Jajanan Khas Ramadan di Semarang, Santapan Lezat Buka Puasa 

2. PAD Kota Semarang turun drastis saat pandemik

Ramadan di Semarang: Berpacu Lawan Pandemik dan Pemulihan Ekonomi pixabay

Kendati demikian, ada esensi penting dari peringatan tersebut, yakni menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang terdampak pandemik COVID-19.

‘’Karena pandemik PAD Kota Semarang tahun 2020 turun drastis. Sumber dari APBN dan APBD Provinsi juga turun. APBD Kota Semarang saja berkurang hingga Rp800 miliar. Konsekuensi dari itu adalah beberapa pekerjaan dihentikan, dan kini saatnya mulai melaksanakan kembali,’’ kata politikus PDIP itu.

Kreasi dan inovasi adalah kunci untuk memulihkan sektor yang terdampak pandemik. Menurut Hendi, pengalaman 2020 membukakan mata semua orang agar kita tidak boleh terlalu percaya diri. COVID-19 meluluhlantakan sektor pariwisata, orang takut keluar rumah dan takut menginap di hotel dan sebagainya.

‘’Ini yang menjadi tantangan terberat kita untuk membangkitkan sektor pariwisata agar bisa tumbuh lagi. Kami pun berinovasi dengan berbagai media promosi seperti pelayanan memakai robot dan sertifikat bersih sehat (CHSE). Terus sekarang kita nggak ngimpi lagi mengundang artis kemudian didatangi oleh ribuan orang,’’ jelasnya.

3. Bangkitkan sektor pariwisata dan UMKM dengan inovasi layanan

Ramadan di Semarang: Berpacu Lawan Pandemik dan Pemulihan Ekonomi Ilustrasi UMKM. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Bukan berarti Kota Semarang tidak boleh didatangi ribuan orang. Hendi menyebut kota yang ia pimpin bakal menjadi tuan rumah Festival HAM pada akhir tahun 2021. Jumlah peserta yang datang diperkirakan sekitar 1.200 orang.

"Kita sudah tunjuk 7 hotel sebagai tempat kegiatan. Satu hotel maksimal 200 tamu dan kegiatan disana dibuat kombinasi antara virtual dan tatap muka," ujarnya.

Selain membangkitkan sektor pariwisata, Pemkot Semarang juga berupaya memulihkan sektor UMKM. Sektor tersebut mendapat suntikan yang cukup besar dari berbagai sumber pembiayaan mulai APBD, APBN, CSR, hingga bantuan dari perbankan.

‘’Pelaku UMKM juga terus kami beri pelatihan untuk meningkatkan produksi dan kualitas. Kemudian, saat pandemik begini ketika mereka lebih menjaga diri, maka kami anjurkan mereka untuk mempunyai pasar online. Kami buatkan kerja sama dengan marketplace agar bisa masuk kesana. Disamping itu, kami juga memberikan kemudahan 1.500 perizinan umkm, mulai perizinan dasar hingga sertifikat halal kepada 1.000 UMKM yang punya produk original,’’ ucap Hendi.

4. Penerapan protokol kesehatan diperketat pada momen Ramadan dan Lebaran

Ramadan di Semarang: Berpacu Lawan Pandemik dan Pemulihan Ekonomi Ilustrasi suasana Mal Ciputra Semarang saat jelang Lebaran. Dok. Mal Ciputra Semarang

Ihwal program Ramadan saat pandemik COVID-19 di Kota Semarang, pemerintah daerah berupaya untuk menerapkan kebijakan yang diimbau oleh pemerintah pusat. Seperti tidak menggelar tarawih keliling dan acarabuka puasa bersama.

‘’Kami mengantisipasi kenaikan kasus positif virus corona. Saat ini jumlah kasus aktif di angka 300 pasien, jumlah itu sudah turun dari jumlah 1.000 kasus pada bulan Desember 2020. Kendati demikian, masih ada masyarakat abai. Contohnya, sebanyak 25 warga di satu kampung di Kecamatan Gajahmungkur terkena virus corona. Hal itu karena mereka melakukan kegiatan takziah, ada tetangganya yang meninggal dan dibawa ke luar kota kemudian mereka mengantar. Pulangnya sempat makan bersama, kemudian salah satu ada yang positif dan setelah di-tracing ada 25 yang positif,’’ ungkapnya.

Maka, pada bulan Ramadan hingga Lebaran nanti, Pemkot Semarang akan terus melakukan pemantauan protokol kesehatan seperti di pasar, pusat perbelanjaan, dan mal. Sebab, diprediksi akan ada peningkatan kapasitas pengunjung. Kemudian, larangan mudik juga akan berlaku bagi pendatang, yakni dengan mendirikan 9 pos penyekatan di titik masuk Kota Semarang.

Baca Juga: Pemudik ke Semarang Akan Didata, Siap-siap Didatangi Camat Hingga RT 

https://www.youtube.com/embed/XvbYL-3W_58

Topic:

  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya