Comscore Tracker

[Populer 2019] Keangkeran Gunung Wilis, Lokasi Eksekusi Menteri Supeno

Ditembak di bawah tempat pertapaan

Semarang, IDN Times - Sepanjang tahun 2019 artikel tentang Menguak Keangkeran Gunung Wilis Lokasi Eksekusi Mati Menteri Supeno menjadi satu diantara tulisan yang banyak dibaca di IDN Times Regional Jateng. 

Gunung yang terletak di Nganjuk, Jawa Timur ini menjadi tempat gugurnya Menteri Pembangunan dan Pemuda pada Kabinet Hatta I, dan juga tokoh pemuda pada saat Pergerakan Nasional.

Meski seorang pejabat tinggi Supeno ikut bergerilya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Supeno akhirnya gugur di tangan serdadu Belanda, Dia ditangkap saat sedang mandi di sebuah desa di Nganjuk. 

Desa Ganter, di Dukuh Ngliman, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur menjadi saksi bisu kekejaman tentara kolonial Belanda selama melakukan agresi militer di Indonesia. 

Di lokasi itu pula, seorang pemuda yang gagah berani harus meregang nyawa akibat diberondong tembakan oleh tentara Belanda. Pemuda tersebut bernama Supeno, yang menjadi Menteri Urusan Pembangunan dan Pemuda di Kabinet Hatta. Berikut penelusuran IDN Times beberapa waktu saat berkunjung ke lokasi.

Baca Juga: Kenapa Sih Jumat Kliwon Dianggap Sebagai Hari yang Angker? Ini Jawabannya!

1. Keluarga Supeno pernah napak tilas ke Gunung Wilis mengenang sifat-sifat kepahlawanan Supeno

[Populer 2019] Keangkeran Gunung Wilis, Lokasi Eksekusi Menteri SupenoDok. Pribadi/Suci Umi

Sejumlah keluarga mendiang Menteri Supeno pernah melakukan perjalanan napak tilas untuk mengenang kembali sifat-sifat kepahlawanan Supeno yang gagah berani ini. 

Menurut cucu Menteri Supeno, Synthia Roosana Untari yang ikut napak tilas bersama grup Pramuka binaannya, Desa Ganter di Dukuh Ngliman terletak di lereng Gunung Wilis. 

Baca Juga: Kisah Supeno, Sang Gerilyawan yang Jadi Menteri Termuda di Indonesia

2. Gunung Wilis tempat eksekusi mati Supeno diselimuti hal-hal gaib

[Populer 2019] Keangkeran Gunung Wilis, Lokasi Eksekusi Menteri SupenoIDN Times/dok Keluarga Supeno

Butuh usaha ekstra untuk mencapai tempat petilasan Menteri Supeno. Selain jalanan yang terjal dan berbukit, kondisi Gunung Wilis juga dikelilingi jurang yang sangat curam. 

Synthia mengisahkan kala itu ia bersama suaminya dan rombongan personel Pramuka melewati jalan setapak yang berliku dan menanjak.

"Tapi memang kondisinya gak memungkinkan untuk dinaiki. Karena penduduk setempat bilang, banyak hal gaib di sana," katanya kepada IDN Times.

Ia bilang, setibanya di lokasi petilasan, dirinya mendapati sebuah tempat yang diyakini sebagai lokasi eksekusi mati sang menteri. Tempatnya berupa papan kayu yang disandarkan pada bebatuan besar.

3. Terkenal angker, Gunung Wilis tak boleh ditinggali

[Populer 2019] Keangkeran Gunung Wilis, Lokasi Eksekusi Menteri SupenoIDN Times/dok keluarga Supeno

Keangkeran Gunung Wilis sangat dirasakannya. Hal-hal yang berbau metafisika kerap ia temui sepanjang perjalanan.

Karena alasan di atas, penduduk setempat melarangnya untuk tinggal di sana dengan alasan tertentu. "Karena tempat itu sama sekali gak boleh ditinggali. Wingit kata warga di sana. Dan memang kami yang melakukan napak tilas mengalami gangguan gaib," terangnya.

4. Lokasi eksekusi mati Menteri Supeno berada dibawah tempat pertapaan

[Populer 2019] Keangkeran Gunung Wilis, Lokasi Eksekusi Menteri SupenoIDN Times/dok keluarga Supeno

Baru ia tahu dari warga lokal bahwa tempat eksekusi mati Menteri Supeno berada tepat di bawah lokasi pertapaan. Ada lahan di atasnya yang menyerupai gua yang konon kerap dipakai untuk menyepi oleh para pertapa.

"Saya baru tahu rupanya tempat petilasannya eyang kakung berada di bawah sebuah gua yang sering dipakai untuk bertapa," akunya.

Ia mengingat, suatu malam, auman harimau terdengar jelas tak jauh dari lokasi petilasan. Sumber suara yang dicari tak pernah ditemukan. Ia bilang saat itu justru dikagetkan dengan kemunculan seorang kakek yang membawa kayu bakar menaiki perbukitan.

"Dan setelah itu dia lenyap entah ke mana. Ini mungkin karena lokasinya sangat angker. Jadi banyak kejanggalan. Ada lagi kembang yang ditabur di jalan tanpa ada bekas si penaburnya," ungkapnya. 

Ia menganggap banyak hal di luar nalar yang ia temukan selama napak tilas ke petilasan Menteri Supeno. Ini, ujarnya menjadi perjalanan sejarah sekaligus pengalaman spiritual yang tak pernah ia lupakan begitu saja. 

Baca Juga: 4 Pahlawan Indonesia dari Negeri Penjajah

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Paulus Risang
  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya