Comscore Tracker

Virus Corona Varian India Masuk Semarang, RSUD Penuh, Pasien Antre

Banyak pasien COVID-19 Kudus datang sendiri ke rumah sakit

Semarang, IDN Times - Pihak RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang menyatakan tingkat Bed Ocuppancy Rate (BOR) saat ini terisi penuh oleh pasien yang terinfeksi virus corona. Hal itu dipicu adanya peningkatan mobilitas warga dari Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak yang memilih datang ke rumah sakit yang berada di Jalan Fatmawati Nomor 1 Tembalang Semarang, untuk menjalani proses isolasi. 

1. Jumlah pasien membludak, 32 orang antre di UGD

Virus Corona Varian India Masuk Semarang, RSUD Penuh, Pasien AntreIlustrasi UGD Zona Kuning (IDN Times/Sunariyah)

Direktur Utama RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, Susi Herawati menyatakan dari 308 tempat tidur yang disediakan oleh rumah sakitnya, kini jumlahnya tidak mencukupi lagi mengingat pasien COVID-19 yang dirawat saat ini sudah mencapai 328 orang. 

"Sejak malam Sabtu (12/6/2021), BOR di rumah sakit kita sudah full 100 persen. Sekarang kondisinya luar biasa padat. Karena dari 308 tempat tidur yang kita sediakan, pasien COVID-19 yang dirawat di tempat kita sudah ada 328 orang. Malahan masih ada 32 pasien lagi di Ruang UGD. Mereka harus antre," akunya ketika dikontak IDN Times, Senin (14/6/2021). 

Baca Juga: RSUD Wongsonegoro Semarang Jemput Pasien COVID-19 ke Kudus

2. Puluhan pasien dari Kudus datang sendiri minta isolasi

Virus Corona Varian India Masuk Semarang, RSUD Penuh, Pasien AntreANTARA/Abdul Fatah

Tingkat hunian di RSUD Wongsonegoro yang terisi penuh disebabkan banyaknya para pasien dari Kudus yang berdatangan ingin menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Para pasien dari Kudus itu, imbuh Susi, tidak dijemput oleh petugas medis melainkan pasien datang dengan sendirinya atas inisiatifnya masing-masing. 

Ia mengaku saban hari ada tiga sampai empat pasien asal Kudus yang datang ke RSUD Wongsonegoro dengan naik mobil pribadi. 

"Beberapa hari terakhir kita tidak ada lagi penjemputan dari Kudus. Tapi orang dari Kudus sudah ngerti, mereka pada datang sendiri ke Wongsonegoro. Memang rumah sakitnya tidak merujuk tapi orangnya yang milih datang langsung ke Wongsonegoro. Walaupun di sisi lain di Kudus sudah di-support oleh provinsi baik tenaga kesehatan dan fasilitasnya," kata Susi. 

Ia menyatakan saat ini ada 34 pasien COVID-19 asal Kudus yang dirawat di rumah sakitnya. Lalu, sebanyak 54 pasien asal Kabupaten Demak, 39 pasien asal Grobogan, dan 175 pasien COVID-19 dari dalam Kota Semarang. 

"Dari 328 pasien, ada 175 orang warga Kota Semarang dan sisanya ada 54 orang dari Demak, 39 orang dari Grobogan dan 34 dari Kudus. Yang dari kudus ini datangnya sendiri-sendiri pada naik mobil. Kemarin saja ada yang datang rombongan empat orang langsung masuk ruang isolasi," terangnya. 

3. Dirut RSUD Wongsonegoro akui virus corona Delta India sudah masuk ke Semarang

Virus Corona Varian India Masuk Semarang, RSUD Penuh, Pasien AntrePerdana Menteri India Narendra Modi menerima vaksin penyakit virus corona (COVID-19) dosis keduanya di rumah sakit All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) di New Delhi, India, Kamis (8/4/2021). (ANTARA FOTO/India's Press Information Bureau/Handout via REUTERS)

Lebih jauh, Susi mengungkapkan dengan adanya risiko penularan virus corona Delta India yang dibawa oleh pasien dari Kudus. Pihaknya saat ini telah mengubah seluruh ruangan menjadi tempat isolasi COVID-19. 

Di ruangan IGD, katanya, kini sudah dipakai menjadi isolasi COVID-19. Sebagai gantinya, pasien umum non-COVID-19, alur kedatangannya di-setting untuk dimasukan langsung ke bangsal-bangsal perawatan umum.  Sedangkan bagi para tenaga kesehatan (nakes), Susi bilang sampai saat ini terus diberikan dukungan morel agar mereka tetap menerapkan protokol kesehatan yang ekstra ketat. 

"Kita sebenarnya sudah maksimal. Ruangan isolasi juga udah ditambah. Tempat tidur cadangan kita keluarkan semua. Dan para nakesnya kita support jangan sampai terpapar. Karena kita sudah sadari bahwa corona varian India ini sudah masuk Semarang karena banyak dari Kudus yang dirawat di sini," ungkapnya. 

4. Prokes warga Semarang sudah kendor, banyak usia produktif kena virus corona

Virus Corona Varian India Masuk Semarang, RSUD Penuh, Pasien AntreDok. Dinas Kesehatan Kota Semarang

Pihaknya pun mengingatkan kepada masyarakat Semarang untuk mematuhi lagi protokol kesehatan (protkes) sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO). Warga Semarang harus rutin lagi memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumunan mengingat belakangan ini banyak pasien usia produktif yang harus diisolasi di RSUD Wongsonegoro. 

"Untuk protkes masyarakatnya kan kendor. Jadinya dari Semarang banyak banget yang kena virusnya. Mayoritas masih usia produktif. Yang jadi perhatian kita semua warga harus pakai prokes sangat ketat karena penularan virus varian India sangat agresif. Lengah sedikit, sekeluarga bisa ketularan semuanya. Di Wongsonegoro paling banyak dari pasien klaster keluarga," terangnya. 

Baca Juga: Wongsonegoro, Mantan Waperdam yang Jadi Pelopor Ilmu Kebatinan

https://www.youtube.com/embed/2KX4ki9F-ME

Topic:

  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya