Warga Gajahmungkur Rawan Terkena Longsor, Tinggal di Lereng Perbukitan
Follow IDN Times untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News
Semarang, IDN Times - Sejumlah warga Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang terancam terdampak bencana tanah longsor. Pasalnya, pihak kecamatan telah mendeteksi banyak warganya yang tinggal di area lereng perbukitan yang terjal.
1. Bendungan dan Lempongsari rentan tanah longsor
Camat Gajahmungkur, Ade Bhakti mengatakan, titik rawan longsor saat ini tersebar di sejumlah kampung Kelurahan Bendungan, Kelurahan Lempongsari, wilayah lingkungan RW 09 Gajahmungkur serta area tanah gerak yang terletak di Kelurahan Bendan Nduwur.
"Diperkirakan ada 10 lebih kampung yang masuk kategori rawan longsor. Terutama Bendungan yang banyak lahan bawah pereng bukit sejak lama ditempati warga. Warga juga sudah lama tinggal di sana," kata Ade saat dikonfirmasi IDN Times, Senin (17/10/2022).
2. Kegiatan warga di perbukitan mendapat pemantauan
Ia mengungkapkan, dengan curah hujan yang mengguyur wilayah Gajahmungkur cukup tinggi, dirinya saat ini memantau aktivitas warga yang memiliki rumah tepat di bawah pereng.
Belum lama ini, ia juga mendapati laporan bahwa ada lima warga Bendungan yang mengungsi ke rumah saudaranya ketika terjadi hujan lebat.
"Warga juga sudah antisipasi bareng-bareng. Kalau di sekitar Bendungan ada empat sampai lima rumah ada di bawah lereng bukit. Pas ada hujan lebat mereka mengungsi sementara di rumah saudaranya. Kalau reda, baru balik lagi. Dan sudah kita imbau lakukan hal itu," terangnya.
3. Warga diberi bantuan terpal
Editor’s picks
Selain itu, untuk mengantisipasi longsoran tanah menimpa rumah warga, pihaknya berusaha memberikan warga terpal sebagai penutup tebing yang masih berupa tanah. Ia berharap dengan langkah-langkah preventif, area rawan longsor tidak akan meluas.
"Kita ada bantuan pengadaan terpal sebagai langkah preventif. Kita berharap wilayah rawan longsornya tetap sama dan tidak meluas," terangnya.
4. Puluhan pohon dianggap berbahaya saat musim hujan
Soal kerawanan pohon tumbang, ia mencatat kini terdapat 53 pohon berukuran besar yang membahayakan pengguna jalan selama musim hujan tahun ini. Puluhan pohon tersebut mayoritas berada di Jalan Menoreh dan sebagian lagi ada di sejumlah jalan raya lainnya.
"Total ada 53 titik pohon menurut relawan tangguh bencana yang membahayakan saat musim hujan. Hari ini kita laporkan data pohon yang lapuk kepada Disperkim, rata-rata lokasinya di Menoreh. Supaya jangan sampai menimbulkan kerugian, maka sesuai masukan warga, pohon yang cenderung membahayakan mesti dilakukan pengeprasan pada dahan dan rantingnya," bebernya.
5. Gajahmungkur, Ngaliyan, Banyumanik masuk kawasan rawan longsor
Terpisah, Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono mengungkapkan, Kecamatan Gajahmungkur memang menjadi salah satu kawasan yang berpotensi muncul bencana tanah longsor selama musim hujan.
"Selain Gajahmungkur, rawan longsor lainnya ada di Ngaliyan dan Banyumanik. Kalau warga tinggal di tebing yang konturnya terasering itu masih aman, yang patut diwaspadai adalah warga yang tinggal tepat di bawah lereng bukit yang kondisinya sangat curam," aku Ade.
Baca Juga: Hujan Lebat Bakal Guyur 8 Titik di Sekitar Semarang, Waspadai Longsor!