Comscore Tracker

Warga Jateng Abaikan Aturan Jaga Jarak di Saat Momen Pilkada Serentak

Satgas COVID-19 soroti kedisiplinan warga Jateng

Semarang, IDN Times - Selama masa kontestasi Pilkada serentak, tim satuan gugus tugas (Satgas) COVID-19 Jawa Tengah menemukan tingkat kedisiplinan masyarakat setempat untuk mematuhi standar protokol kesehatan semakin menurun.

1. Pelanggaran protokol kesehatan jadi fenomena di tengah masyarakat

Warga Jateng Abaikan Aturan Jaga Jarak di Saat Momen Pilkada Serentakpinterest

Anggota Tim Satgas COVID-19 Jateng, Budi Laksono mengatakan pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang bersifat komunal seringkali memicu pelanggaran protokol kesehatan terutama berkaitan dengan aturan berjaga jarak.

"Itu memang fenomena di masyarakat, ketika ada kegiatan komunal dan dalam kondisi bersama-sama maka kedisiplinan individu pasti menurun," kata pria yang jadi epidemiolog dari Universitas Diponegoro (Undip) tersebut, ketika dikontak IDN Times, Senin (26/11/2020).

Baca Juga: Bawaslu Jateng Bubarkan 14 Konvoi Pendukung Paslon Pilkada 2020

2. Satgas COVID-19 Jateng: Ini jadi masalah karena terjadi dimana-mana

Warga Jateng Abaikan Aturan Jaga Jarak di Saat Momen Pilkada SerentakIlustrasi Suasana Pandemik COVID-19 di Tiongkok (ANTARA FOTO/REUTERS/Issei Kato)

Ia menyatakan ini jadi persoalan yang muncul selama masa pandemik. Sebab, pelanggaran aturan jaga jarak terjadi dimana-mana. 

"Ini jadi masalah. Tapi gak semuanya kayak gitu. Untuk itulah, penggunaan masker pun perlu ditingkatkan terus. Kita belum punya angka survei berapa prosentase tingkat pelanggarannya. Hanya saja kita sudah punya gambarannya," bebernya. 

3. Penurunan protokol kesehatan karena ada acara kumpul-kumpul banyak orang

Warga Jateng Abaikan Aturan Jaga Jarak di Saat Momen Pilkada SerentakANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Budi menjelaskan kampanye Pilkada serentak yang digelar di 21 kabupaten/kota sangat beresiko memunculkan pelanggaran protokol kesehatan. Karena menurutnya kerumunan massa dalam jumlah besar menjadi sulit dikendalikan.

"Menurunnya protokol kesehatan karena ada acara-acara perkumpulan yang mengundang banyak orang. Entah itu Pilkada, acara reuni maka resiko itu muncul. Termasuk disebabkan ada kerumunan di Pilkada. Misalnya ketika kita jadi hooligan di sebuah kesebalasan maka prokesnya hilang semua. Yang teredukasi juga lupa ada aturan itu," pungkasnya. 

Baca Juga: Muhammadiyah Jateng: Mustahil Taat Protokol COVID-19 saat Pilkada 2020

Topic:

  • Fariz Fardianto
  • Bandot Arywono

Berita Terkini Lainnya