Comscore Tracker

Cuma 2x Ketemu Terawan, FK UNS Solo Gak Terlibat Lagi Vaksin Nusantara

Sebelumnya bernama Joglo Semar perpaduan peneliti 3 kota

Surakarta, IDN Times - Setelah sejumlah peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mundur dari keterlibatannya vaksin Nusantara, kini giliran peneliti di Kota Solo, Jawa Tengah angkat bicara. Fakutas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengaku pernah terlibat dalam pembahasan mengenai rencana pembuatan vaksin Nusantara saat Terawan Agus Putranto masih menjabat sebagai Menteri Kesehatan.

1. Hanya diajak dua kali pembahasan saat Terawan jadi Menkes

Cuma 2x Ketemu Terawan, FK UNS Solo Gak Terlibat Lagi Vaksin NusantaraDekan FK UNS, Dr. Reviono, dr., Sp.P (K). Dok.Humas UNS

Dekan FK, Prof Reviono mengatakan jika sebelumnya tim ahli dari UNS pernah diajak untuk terlibat dalam penelitian pembuatan vaksin tersebut bersama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kala itu jabatan Menkes masih ditangan Terawan.

"Kita pernah diajak ketemu itu dua kali. Yang pertama datang ke FK UNS, dari Litbangkes, kemudian timnya Prof Taruna Ikrar yang kebetulan ketua tim peniliti vaksin Nusantara, pak menteri (Terawan), Dirut RSUD Moewardi. Rencananya akan membuat vaksin, waktu itu belum diberi nama vaksin Nusantara, tapi vaksin dengan dendritik. Berbeda dengan platform vaksin yang beredar saat ini," katanya kepada IDN Times, Rabu (17/3/2021).

Pertemuan kedua dilakukan saat mereka sosialisasi bersama FK UNS dan sejumlah dokter RSUD Moewardi. Mereka meminta untuk dibuatkan tim. Prof Reviono mengaku lupa kapan pertemuan pertama digelar. Namun hanya ingat, pertemuan kedua dilakukan pada Oktober 2020.

"(Saat itu) kita diminta untuk membuat tim berdasarkan SK Menkes dan apa-apa saja yang harus diisi. Seperti penanggung jawab tim dan lainnya," ungkap Prof Reviono.

Baca Juga: Uji Klinis Vaksin Nusantara Diam-diam Mencatut Nama Peneliti UGM

2. Tidak pernah dilibatkan dalam uji klinis vaksin Nusantara

Cuma 2x Ketemu Terawan, FK UNS Solo Gak Terlibat Lagi Vaksin NusantaraMantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Sejak Oktober 2020 tersebut, hingga saat ini FK UNS tidak pernah lagi dilibatkan dalam penelitian, juga untuk uji klinis vaksin Nusantara yang saat ini dikembangkan oleh Terawan.

"Tidak. Kita tidak pernah terlibat lagi sejak (sosialisasi) itu. Oktober 2020 terakhir itu, waktu peninjauan Laboratorium Patologi Klinik RSUD Moewardi. Setelah itu, uji klinis juga tidak ada (FK UNS) yang ikut, tidak ada komunikasi dan ramai-ramai saat ini tidak ada lagi (kabar)," jelasnya.

Reviono mengaku pada awal pembicaraan dengan FK UNS namanya masih vaksin dendritik, bukan vaksin Nusantara.

3. FK UNS tidak melibatkan diri lagi ke vaksin Nusantara

Cuma 2x Ketemu Terawan, FK UNS Solo Gak Terlibat Lagi Vaksin NusantaraNakes lansia di Puskesmas Kramat Jati menerima kartu vaksin. Dok. Kemenkes

Prof Reviono menegaskan pihaknya saat ini sudah tidak melibatkan diri dalam penelitian maupun uji klinis vaksin Nusantara. Pihaknya hanya akan melakukan kerjasama dengan pihak resmi dari pemerintah, salah satunya Litbangkes Kemenkes.

"Saat ini waktu (Terawan) masih Menkes bersedia. Kalau sekarang, yang resmi. Kayak kami terlibat di pengembangan vaksin Merah Putih resmi dari pemerintah," akunya.

Untuk diketahui, Sebelum diberi nama Nusantara, vaksin yang diinisiasi oleh Terawan tersebut diberi nama Joglo Semar. Nama Joglo diambil dari rumah tradisional masyarakat Jawa. Sedangkan Semar adalah tokoh utama pewayangan Jawa. 

Selain itu, Joglo Semar juga merupakan kepanjangan dari Jogja, Solo, dan Semarang. Tiga kota tersebut merupakan asal beberapa ilmuwan yang terlibat dalam pengembangan vaksinnya. 

Konfirmasi mengenai nama Joglo Semar diperoleh dari rilis yang dikeluarkan oleh PT Rama Emerald Multi Sukses. Perusahaan itu merupakan mitra Terawan di dalam negeri. 

"Rama Pharma mendapatkan kepercayaan dari AIVITA Biomedical Inc untuk alih teknologi serta uji klinis yang dilakukan oleh para ilmuwan di Indonesia," demikian dokumen rilis 22 Desember 2020 lalu yang diperoleh IDN Times. 

Baca Juga: UGM Keluar, Peneliti Vaksin Nusantara di Semarang Fokus Uji Klinis I

Topic:

  • Larasati Rey
  • Dhana Kencana

Berita Terkini Lainnya