Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sejumlah warga lanjut usia (lansia) menerima angpau dari pengurus Yayasan Klenteng Tay Kak Sie dalam tradisi pembagian angpau di Klenteng Besar TITD Tay Kak Sie, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/2/2026). (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)
Sejumlah warga lanjut usia (lansia) menerima angpau dari pengurus Yayasan Klenteng Tay Kak Sie dalam tradisi pembagian angpau di Klenteng Besar TITD Tay Kak Sie, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/2/2026). (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Intinya sih...

  • Sebanyak 1.500 lansia dan warga kurang mampu menerima bantuan berupa uang tunai dan paket kebutuhan sehari-hari.

  • Bantuan ditujukan untuk membantu para lansia, khususnya warga Tionghoa.

  • Tradisi pembagian angpao dilaksanakan sekitar dua minggu sebelum puncak perayaan Imlek 2577 atau tahun 2026 Masehi.

  • Tanto berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para penerima.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Yayasan Tay Kak Sie menyalurkan kepedulian sosial dengan membagikan angpao dan paket sembako kepada ribuan lanjut usia (lansia). Kegiatan tradisi itu diadakan di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, Kota Semarang, Minggu (1/2/2026).

1. Pendataan penerima diperbarui berkala

Sejumlah pengurus Yayasan Kelenteng Tay Kak Sie menyiapkan angpau untuk dibagikan kepada warga lanjut usia (lansia) dalam tradisi pembagian angpau di Klenteng Besar TITD Tay Kak Sie, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/2/2026). (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Sebanyak 1.500 lansia dan warga kurang mampu menerima bantuan berupa uang tunai dan paket kebutuhan sehari-hari. Pembagian ini dilakukan oleh warga keturunan etnis Tionghoa umat Tridarma Kelenteng Tay Kak Sie sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dalam mengawali perayaan menyambut Tahun Kuda.

Ketua Yayasan Tay Kak Sie, Tanto Hermawan mengatakan, kegiatan itu merupakan agenda rutin tahunan. Bantuan ditujukan untuk membantu para lansia, khususnya warga Tionghoa, agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan melaksanakan sembahyang di rumah saat Hari Raya Imlek.

“Setiap tahun kami memang punya program khusus untuk orang tua atau lansia. Bantuan ini bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari di rumah maupun persiapan menyambut Imlek,” katanya.

Tanto memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran karena para penerima telah melalui proses pendataan yang ketat. Pihak yayasan memiliki kartu lansia yang diperbarui setiap tahun pada bulan November hingga Desember.

“Kami punya kartu lansia yang diperbarui setiap tahun, biasanya November–Desember. Jika ada yang meninggal atau ada tambahan penerima baru, semuanya di-update,” ujarnya.

2. Harapan di Tahun Kuda

Sejumlah pengurus Yayasan Kelenteng Tay Kak Sie menyiapkan angpau untuk dibagikan kepada warga lanjut usia (lansia) dalam tradisi pembagian angpau di Klenteng Besar TITD Tay Kak Sie, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/2/2026). (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Tradisi pembagian angpao dilaksanakan sekitar dua minggu sebelum puncak perayaan Imlek 2577 atau tahun 2026 Masehi. Tanto berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para penerima.

“Kami berharap angpao ini digunakan secara bijak, terutama untuk kebutuhan sehari-hari dan persiapan Imlek,” aku Tanto.

Dalam momentum menyambut tahun baru itu, Tanto juga menyampaikan harapannya bagi bangsa Indonesia agar semakin damai dan sejahtera.

“Semoga rakyat semakin sejahtera, bahagia, dan ekonomi ke depan lebih bagus,” tambahnya.

3. Rasa syukur penerima manfaat

Sejumlah warga lanjut usia (lansia) membawa paket sembako usai dibagikan gratis dalam tradisi pembagian angpau di Klenteng Besar TITD Tay Kak Sie, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/2/2026). (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Salah satu penerima bantuan, Sri Wulan (73), warga Semarang Utara, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia mengaku merasa senang bisa kembali menerima angpao yang rencananya akan digunakan untuk merayakan Imlek bersama keluarga.

“Ya senang lah dapat angpao. Bisa dipakai untuk tahun baruan, angpao buat cucu-cucu, sama beli-beli makanan,” ungkapnya.

Sri menyatakan, dirinya sudah menjadi penerima manfaat program itu selama bertahun-tahun.

“Saya ikut hampir setiap tahun, sejak umur saya 65 tahun,” ucapnya.

Editorial Team