Festival Mangkunegaran MakaN-MakaN 2026 yang digelar di Pamedan Pura Mangkunegaran. (Dok/Istimewa)
Pembukaan festival diawali dengan kirab para penari dan abdi dalem yang membawa ratusan apem dari area dalam Pura Mangkunegaran menuju panggung di Gedung Kavalerie-Artillerie. Prosesi tersebut dilanjutkan dengan Tari Umbul Donga yang melambangkan doa untuk kesejahteraan dan ketenangan.
Festival kemudian dibuka secara resmi oleh Pengageng Kawedanan Panti Budaya Mangkunegaran, K.G.RAj. Ancillasura Marina Sudjiwo. Momen pembukaan ditandai dengan pembagian ratusan apem dengan 10 varian rasa kepada pengunjung.
Prosesi ini merupakan bagian dari tradisi Boga Samromo yang rutin digelar setiap Sabtu Pon.
“Itu maknanya berbagi kepada sesama dan berbagi berkah. Apem yang dibagikan ada 10 rasa yang berbeda ini adalah salah satu bentuk dari Culture Future, masa lampau, tradisi yang kami bawa untuk lebih berkembang seperti sekarang dengan berbagai rasa disesuaikan dengan perkembangan saat ini,” jelas K.G.RAj. Ancillasura Marina Sudjiwo kepada wartawan seusai berkeliling tenant, Pembukaan festival diawali dengan kirab para penari dan abdi dalem yang membawa ratusan apem dari area dalam Pura Mangkunegaran menuju panggung di Gedung Kavalerie-Artillerie. Prosesi tersebut dilanjutkan dengan Tari Umbul Donga yang melambangkan doa untuk kesejahteraan dan ketenangan.
Festival kemudian dibuka secara resmi oleh Pengageng Kawedanan Panti Budaya Mangkunegaran, K.G.RAj. Ancillasura Marina Sudjiwo. Momen pembukaan ditandai dengan pembagian ratusan apem dengan 10 varian rasa kepada pengunjung.
Prosesi ini merupakan bagian dari tradisi Boga Samromo yang rutin digelar setiap Sabtu Pon.
“Itu maknanya berbagi kepada sesama dan berbagi berkah. Apem yang dibagikan ada 10 rasa yang berbeda ini adalah salah satu bentuk dari Culture Future, masa lampau, tradisi yang kami bawa untuk lebih berkembang seperti sekarang dengan berbagai rasa disesuaikan dengan perkembangan saat ini,” jelas K.G.RAj. Ancillasura Marina Sudjiwo, Jumat (1/5/2026).