Sragen, IDN Times - Sebanyak 113 siswa Sekolah Lansia di Kabupaten Sragen mengikuti wisuda di Pendopo Sumonegaran Kompleks Rumah Dinas Bupati Sragen, Selasa (27/1/2026). Para warga negara senior itu lulus setelah 10 bulan menempuh pendidikan.
113 Siswa Sekolah Lansia Ikuti Wisuda, Bukti Belajar Tak Kenal Usia

Intinya sih...
113 siswa Sekolah Lansia di Kabupaten Sragen mengikuti wisuda di Pendopo Sumonegaran Kompleks Rumah Dinas Bupati Sragen.
Para warga negara senior itu lulus setelah 10 bulan menempuh pendidikan.
Wisuda tersebut menjadi bukti bahwa belajar tak mengenal usia.
1. Siswa peroleh kurikulum komprehensif
Selama belajar di Sekolah Lansia, mereka memperoleh kurikulum yang cukup komprehensif. Yakni, materi pemahaman diri, kesehatan fisik dan mental dasar, gizi dan nutrisi, terapi hingga kewirausahaan.
Wisuda para siswa Sekolah Lansia itu dihadiri oleh perangkat pemerintah daerah Kabupaten Sragen, Kader dan Pengelola Sekolah Lansia, keluarga peserta wisuda dan undangan lainnya.
Bupati Sragen, Sigit Pamungkas mengapresiasi kegiatan wisuda lansia yang telah dilaksanakan dengan prakarsa mandiri para siswa di sekolah tersebut. Pihaknya menyampaikan produktivitas dari para lansia ini telah terukur. Namun, kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk dijaga bagi para lansia.
“Bapak Ibu sekalian dengan sekolah ini tentu harapan kita lansia bisa tetap produktif, karena pendapat banyak orang kalau sudah memasuki usia lanjut usia itu tidak produktif. Nah, ini tetap produktif. Tentu produktifnya berbeda dengan sebelum lansia. Produktif dengan batas-batasnya. Tapi yang penting dari lansia itu adalah sehat,’’ ungkapnya.
2. Bonus demografii di Sragen mencapai puncak
Untuk diketahui, periode bonus demografi di Kabupaten Sragen sebentar lagi akan mencapai puncak. Kondisi ini membuat penduduk usia tua semakin bertambah.
“Bonus demografi di Kabupaten Sragen akan berhenti di tahun 2032. Jadi, jumlah generasi muda yang produktif akan berhenti, dampaknya semakin banyak warga lansia,’’ kata Sigit.
Masa lanjut usia merupakan salah satu tahapan dalam siklus hidup manusia yang tetap perlu diperhatikan kualitasnya. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ BKKBN memiliki mandat strategis dalam mewujudkan pembangunan keluarga Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing. Salah satu sasaran penting dalam pembangunan keluarga tersebut adalah peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan bagi penduduk lanjut usia.
Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen. Pol Hery Wiyanto turut mengapresiasi semangat para siswa Sekolah Lansia yang tidak redup meski usia telah lanjut. Ini merupakan wisuda lansia pertama di Jawa Tengah pada tahun 2026.
“Hari ini adalah hari yang istimewa, hari yang menandai keberhasilan, kegigihan, dan semangat luar biasa dari para peserta Sekolah Lansia di Kabupaten Sragen,’’ ujarnya.
3. Sekolah Lansia jadi ruang tumbuhkan semangat hidup
Dalam kerangka kebijakan nasional yang komprehensif dan terintegrasi, Kemendukbangga/BKKBN telah menetapkan dan mengimplementasikan secara serius Program SIDAYA (Lansia Berdaya). Program ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah yang dikategorikan sebagai Program Prioritas Nasional.
Penetapan Program SIDAYA ini diarahkan secara spesifik dan strategis untuk mencapai visi mewujudkan masyarakat lansia yang memiliki kualitas hidup tinggi, yang ditandai dengan lima pilar utama yakni Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, Bermartabat. Pelaksanaan Program SIDAYA di tingkat daerah dioperasionalkan melalui kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL) dengan kolaborasi Dinas Dalduk KB Kabupaten Kota, Penyuluh KB dan kader KB.
“Sekolah Lansia bukan hanya tempat menambah pengetahuan, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan semangat hidup, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan bahwa menjadi lansia bukan berarti berhenti, tapi justru saatnya untuk berbagi pengalaman dan menjadi inspirasi,’’ tandasnya.