Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260125-WA0163.jpg
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen melihat sendiri pepohonan yang terbawa banjir bandang di Desa Penakir Kecamatan Pulosari Pemalang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Intinya sih...

  • Warga Desa Tegaldowo, Pekalongan, terendam banjir selama 17 hari

  • Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendatangkan alat berat untuk penanganan darurat di Sungai Sengkarang

  • Kepala Desa dan Wakil Gubernur Jateng menegaskan pentingnya normalisasi sungai dan kesadaran kolektif warga

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pekalongan, IDN Times – Jeritan hati masyarakat Desa Tegaldowo, Kabupaten Pekalongan, yang didera banjir selama lebih dari dua minggu akhirnya membuahkan hasil. Setelah melakukan aduan langsung, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat dengan mendatangkan alat berat untuk melakukan penanganan darurat di Sungai Sengkarang.

Kehadiran alat berat ini menjadi titik terang bagi warga yang aktivitasnya lumpuh total selama 17 hari terakhir akibat luapan air sungai yang tak kunjung surut.

Keberanian warga untuk melapor langsung menjadi kunci percepatan bantuan ini. Harmonis, salah satu warga Desa Tegaldowo, menceritakan inisiatifnya menghubungi Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, saat mendengar sang pejabat tengah berada di wilayah Wonopringo.

"Awalnya telepon saya tidak diangkat, tapi kemudian beliau menelepon balik. Kami hanya minta alat berat untuk meninggikan tanggul agar air tidak masuk ke pemukiman terus-menerus," ungkap Harmonis, Minggu (1/2/2026).

Kepala Desa Tegaldowo, Budi Junaidi, menegaskan bahwa normalisasi Sungai Sengkarang adalah harga mati bagi keselamatan desa mereka. Selama ini, elevasi tepi sungai yang menurun akibat aktivitas di bantaran membuat air hujan sangat mudah melimpas ke rumah warga.

Merespons hal tersebut, Taj Yasin memastikan bahwa peninggian tanggul dan pengerukan sungai menjadi prioritas utama tim teknis di lapangan. "Permintaan warga sebenarnya sederhana namun krusial, yaitu keberadaan alat berat. Ini bagian dari normalisasi sekaligus penguatan tanggul agar bencana tidak terus berulang," jelas Wagub.

Selain bantuan fisik, Pemprov Jateng juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk tidak memanfaatkan bantaran sungai secara ilegal. Penurunan fungsi lahan di tepian sungai teridentifikasi sebagai salah satu pemicu utama cepatnya air meluap saat intensitas hujan tinggi.

Dengan dimulainya normalisasi ini, warga berharap aktivitas ekonomi dan pendidikan di Desa Tegaldowo dapat segera pulih tanpa bayang-bayang banjir susulan.

Editorial Team