Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tingalan Jumenengan KGPAA Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran. (IDN Times/Larasati Rey)
Tingalan Jumenengan KGPAA Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran. (IDN Times/Larasati Rey)

Intinya sih...

  • Bambang Pacul terima gelar kebangsawanan

  • Terhormat atas penghargaan kultural

  • 18 tokoh dari berbagai latar belakang juga menerima gelar

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times – Politisi senior PDI Perjuangan Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul menerima gelar kebangsawanan Kanjeng Pangeran dari Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng K.G.P.A.A. Mangkunagoro X. Penganugerahan tersebut dilakukan dalam prosesi Tingalan Jumenengan Dalem keempat Mangkunagoro X di Pura Mangkunegaran, Solo, Selasa (27/1/2026).

Selain Bambang Pacul, total ada 18 tokoh dari berbagai latar belakang yang menerima kekancingan atau gelar kepangkatan dari Mangkunagoro X pada peringatan naik tahta tahun keempat tersebut.

1. Bambang Pacul mengaku terhormat

Tingalan Jumenengan KGPAA Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran. (IDN Times/Larasati Rey)

Bambang Pacul yang juga menjabat Wakil Ketua MPR RI mengaku bahagia dan merasa terhormat atas gelar yang diberikan kepadanya. Ia menyebut gelar kebangsawanan tersebut sebagai bentuk penghargaan kultural yang memiliki makna mendalam.

“Ya ya ya, hari ini saya sangat berbahagia karena Sampeyan Dalem K.G.P.A.A. Mangkunagoro X memberikan hadiah berupa gelar Kanjeng Pangeran. Saya kira itu sangat terhormat,” ujar Bambang Pacul kepada awak media.

Ia juga menyampaikan bahwa gelar tersebut merupakan bentuk “pelentingan kultural”, berbeda dengan kekuasaan, materi, maupun pengetahuan.

“Kalau ini pelentingan kulturalnya,” ucapnya disertai canda.

3. Total 18 tokoh terima kekancingan

Tingalan Dalem Jumenengan Kaping 4, KGPAA Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran. (IDN Times/Larasati Rey)

Ketua Panitia Tingalan Jumenengan K.G.P.A.A. Mangkunagoro X, GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo menjelaskan, pada tahun keempat kepemimpinan Mangkunagoro X, Pura Mangkunegaran memberikan gelar kepada 18 tokoh dari berbagai kalangan.

Beberapa di antaranya adalah Bupati Blora Arif Rahman, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, serta Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri. Menurutnya, pemilihan penerima gelar didasarkan pada kontribusi dan peran masing-masing tokoh.

“Tahun ini Gapura Selatan kami hiasi dengan ornamen kuda karena sengkalanya memang tahun kuda. Itu juga kami sambungkan dengan rangkaian Adeging Pura Mangkunegaran yang berlangsung Maret hingga Mei,” jelas perempuan yang akrab disapa Guati Sura itu.

Ia menambahkan, Tingalan Jumenengan keempat diisi dengan berbagai agenda, seperti forum diskusi dengan kampus di Solo, peluncuran ambulans Mangkunegaran, hingga pembukaan Perpustakaan Mangkunegaran.

3. Wali Kota Solo tegaskan komitmen penguatan budaya

Pura Mangkunegaran di Surakarta. (IDN Times/Larasati Rey)

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Solo Respati Ardi turut hadir bersama istrinya, Venessa Winastesia, dengan mengenakan beskap Jawa. Hadir pula Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, PB Mangkubumi, perwakilan Keraton Yogyakarta, serta Sekda Jawa Tengah Sumarno.

Respati menegaskan kehadiran Pemkot Solo merupakan bentuk komitmen untuk terus memperkuat budaya di Surakarta. Ia menyebut gagasan culture future yang disampaikan Mangkunagoro X sejalan dengan arah pembangunan budaya Kota Solo.

“Nilai budi pekerti, andhap asor, iling lan waspodo itu menjadi pegangan kami juga di Pemkot,” ujarnya.

Respati menambahkan, Pemkot Solo akan terus bersinergi untuk menanamkan nilai budaya kepada generasi muda melalui penguatan muatan lokal di sekolah.

“Kita ingin anak-anak kita sadar dan bangga dengan identitas budayanya sendiri,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar Mangkunegaran semakin dekat dengan masyarakat dan menjadi rumah budaya bagi seluruh rakyat Indonesia.

Editorial Team