Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

191 Hektare Ladang Bawang Merah Kebanjiran di Brebes, Sulit Diselamatkan

191 Hektare Ladang Bawang Merah Kebanjiran di Brebes, Sulit Diselamatkan
Seorang perempuan muda naik perahu saat dievakuasi dari kampungnya di salah satu desa Kabupaten Brebes. (IDN Times/Dok Humas Basarnas Cilacap)
Share Article

Brebes, IDN Times - Tak kurang 191 hektare lahan bawang merah milik para petani Kabupaten Brebes terancam membusuk lantaran sejak beberapa hari terakhir terendam banjir. Seperti diketahui, banjir telah merendam enam kecamatan karena disebabkan luapan air Sungai Pemali. 

 

1. Lahan jagung, sawah dan bawang merah juga kebanjiran

Tim SAR gabungan saat menyusuri kampung-kampung yang terdampak banjir di Brebes. (IDN Times/Dok Basarnas Cilacap)
Tim SAR gabungan saat menyusuri kampung-kampung yang terdampak banjir di Brebes. (IDN Times/Dok Basarnas Cilacap)

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Brebes, Yulia Hendrawati mengatakan komoditas bawang merah kini sulit diselamatkan karena lahan seluruhnya sudah kebanjiran dengan ketinggian bervariasi. 

Ia pun merinci bahwa dari total 1.117 lahan pertanian yang terdampak banjir, ada sekitar hektare merupakan sawah, lahan jagung seluas 99 hektar dan bawang merah 191 hektar.

Diakuinya satu-satunya cara mengurangi dampak kerugian ialah dengan memanen bawang merah di lokasi banjir lebih awal. 

“Salah satu cara antisipasi ya hanya panen lebih awal. Khususnya bawang merah, ini susah diselamatkan. Sudah diselamatkan bukan puso," terangnya, Rabu (28/2/2024). 

2. Kualitas bawang merah menurun

ilustrasi bawang merah (pixabay.com/Hans)
ilustrasi bawang merah (pixabay.com/Hans)

Lebih lanjut, ia menyampaikan kualitas bawang merah di Brebes nantinya diperkirakan kurang bagus karena sudah terrndam banjir. 

Bahkan diprediksi akan ada bawang merah yang membusuk karena lahannya lebih dari sehari terendam banjir. 

"Tapi karena sudah terendam air hujan, kualitas menurun. Bahkan sehari saja sudah bisa busuk. Kalau padi sama jagung masih bisa lah," akunya. 

3. Petani diminta segera panen bawang merah lebih awal

Petani sedang menjemur padi hasil panenan.(IDN Times/Daruwaskita)
Petani sedang menjemur padi hasil panenan.(IDN Times/Daruwaskita)

Ia mengimbau agar para petani yang punya bawang merah yang usia tanamnya sudah lebih dari 40 hari untuk segera melakukan panen. Nantinya, pihaknya bakal membantu mendistribusikanbawang merah kepada pembeli dI Brebes dan pasar-pasar tradisional. 

Bila kondisi bawang merah memiliki kadar air yang tinggi, katanya maka cara agar tidak membusuk yaitu dengan mengolahnya. Pihaknya sudah berusaha mencari tempat katering dan warung untuk menguatkan bawang merah yang terendam banjir tersebut. 

"Kita kemarin sampai cari katering dan perusahaan lainya. Barangkali ada yang mau atau bisa langsung pakai. Jadi langsung terolah dan tidak busuk karena jamur,” terangnya.

4. Dinas siapkan cadangan beras

Pengecekan beras di Pasar Al Mahirah, Kota Banda Aceh. (IDN Times/Mhd Saifullah)
Pengecekan beras di Pasar Al Mahirah, Kota Banda Aceh. (IDN Times/Mhd Saifullah)

Yulia membenarkan bila musibah banjir bakal mempengaruhi hasil panen padi maupun bawang merah di daerahnya. Khusus untuk padi yang saat ini bebarengan dengan harga beras masih tinggi, pihaknya optimis tak akan mempengaruhi kelangkaan beras menjelang Ramadhan nanti.

"Bentar lagi panen raya dan beberapa petani sudah panen sebenarnya meskipun ada banjir. Saya cuma bisa bilang sabar kepada petani. Karena ini musibah, kita enggak bisa apa-apa. Terus Dinas Ketahanan Pangan, untuk cadangan sudah kita siapkan. Beras ada 3 ton, baru terpakai 1 ton," bebernya. 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

5 Rahasia Cat Mobil Bebas Kusam Meski Dijemur Panas Tiap Hari!

07 Jun 2026, 11:00 WIBNews