Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

2 Prajurit TNI Meninggal Padamkan Karhutla di Kalteng, KASAD Minta Kotak Hitam Diangkat

Kota Semarang
2 min read
2 Prajurit TNI Meninggal Padamkan Karhutla di Kalteng, KASAD Minta Kotak Hitam Diangkat
Prosesi pemakaman Kapten CPN Nurhafiz Akbar di TMP Giri Tunggal Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Dua prajurit TNI AD, Letkol CPN Dudi Firmansyah dan Kapten CPN Nurhafiz Akbar, dimakamkan di Bandung dan Semarang setelah Heli MI-17 jatuh di TN Tanjung Puting.

  • Sertu Heri masih dalam pencarian di lokasi kecelakaan. Ketiga prajurit menjalankan misi pemadaman karhutla, setelah dua bulan bertugas dan menebar 1,2 juta liter air.

  • KASAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memerintahkan pengangkatan kotak hitam Heli MI-17 untuk meneliti penyebab kecelakaan serta menjadi bahan perbaikan penanganan ke depan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Dua prajurit TNI AD yang meninggal dunia saat membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional (TN) Tanjung Puting Kalteng, hari ini Kamis (5/11/2026) dimakamkan di masing-masing tanah kelahirannya. 

Prajurit TNI yang meninggal atas nama Letkol CPN Dudi Firmansyah, Kapten CPN Nurhafiz Akbar. Sedangkan seorang prajurit lainnya bernama Sertu Heri masih dalam pencarian di lokasi kejadian. Ketiganya meninggal karena Heli MI-17 yang ditumpangi jatuh di TN Tanjung Puting.

Kapten CPN Nurhafiz Akbar tercatat dimakamkan di Semarang. Sementara Letkol CPN Dudi Firmansyah dimakamkan di Bandung.

KASAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita pun menghadiri prosesi pemakaman Nurhafiz Akbar di TMP Giri Tunggal Semarang. Tandyo bilang Nurhafiz bersama rekan-rekannya saat kejadian sedang menjalankan tugas.

Sebelum kecelakaan Heli MI-17, mereka bertugas menebar 636 sorte atau sebanyak 1,2 juta liter air di lokasi TN Tanjung Puting.

"Sudah bertugas dua bulan di sana. Dan kemarin yang terakhir untuk membantu pemadaman kebakaran di Kalimantan," kata  Tandyo usai menghadiri pemakaman Nurhafiz.

Lebih lanjut lagi, pihaknya berbelasungkawa sebaik-baiknya atas wafatnya almarhum. Pihaknya menyarankan kepada pihak keluarga mengikhlaskan kepergian almarhum.

"Kepergian almarhum menyentuh perasaan kita semua. Sebagai umat beragama kita wajib menerima dengan ikhlas. Semoga amalan almarhum mendapat tempat sebaik-baiknya di sisi Allah SWT. Semoga kerabat keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran. Marilah kita dengan rasa tulus memaafkan almarhum atas degala kesalahan baik yang dibuat saat pergaulan maupun ketika bertugas," ungkapnya. 

Pihaknya berharap supaya tubuh Sertu Heri yang masih ada di lokasi kejadian supaya secepatnya ditemukan.

"Secara pribadi saya mengucapkan banyak belasungkawa kepada almarhum yang pertama kepada Letkol CPN Dudi Firmansyah, Kapten CPN Nurhafiz dan Sersan Satu Heri yang saat ini mungkin masih di dalam pesawat. Saya minta doanya untuk segera diangkat," tegasnya.

"Kami berdoa semoga almarhum diberikan tempat terbaik disisi-Nya. Bagi nyonya Nurhafiz, tugas ke depan lebih berat. Ikhlaskan kepergian almarhum karena masih ada tugas membesarkan putra putri yang masih kecil," sambungnya.

Untuk keberdaan kotak hitam di dalam Heli MI-17, pihaknya memerintahkan untuk diangkat. Sehingga bisa diteliti penyebab kejadian jatuhnya Heli MI-17 di Tanjung Puting.

"Dan kotak hitam yang ada di dalamnya menjadi jawaban pada saat terjadi crash Heli MI-17. Dari kotak hitam itu kita bisa mengetahui, bisa menjadi bahan latihan kita ke depan. Sehingga penanganan akan lebih baik," terangnya.

    Related Articles

    See More