Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prosesi pemakaman Kapten CPN Nurhafiz Akbar di TMP Giri Tunggal Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Dua prajurit TNI AD, Letkol CPN Dudi Firmansyah dan Kapten CPN Nurhafiz Akbar, dimakamkan di Bandung dan Semarang setelah Heli MI-17 jatuh di TN Tanjung Puting.

  • Sertu Heri masih dalam pencarian di lokasi kecelakaan. Ketiga prajurit menjalankan misi pemadaman karhutla, setelah dua bulan bertugas dan menebar 1,2 juta liter air.

  • KASAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memerintahkan pengangkatan kotak hitam Heli MI-17 untuk meneliti penyebab kecelakaan serta menjadi bahan perbaikan penanganan ke depan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Heli MI-17 yang mendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan jatuh di Taman Nasional Tanjung Puting, menewaskan dua prajurit TNI AD. Kotak hitam helikopter diperintahkan untuk diangkat.
  • Who?
    Letkol CPN Dudi Firmansyah dan Kapten CPN Nurhafiz Akbar meninggal. Sertu Heri masih dalam pencarian. KASAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menghadiri pemakaman Nurhafiz dan meminta pengangkatan kotak hitam.
  • Where?
    Helikopter jatuh di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Nurhafiz dimakamkan di TMP Giri Tunggal, Semarang, sedangkan Dudi dimakamkan di Bandung.
  • When?
    Pemakaman dua prajurit berlangsung pada Kamis, 5 November 2026. Sebelum kecelakaan, mereka telah bertugas sekitar dua bulan membantu pemadaman di Kalimantan.
  • Why?
    Penyebab jatuhnya Heli MI-17 hingga saat ini belum ada kepastian. Kotak hitam akan diteliti untuk mengetahui kondisi saat kecelakaan dan menjadi bahan evaluasi penanganan operasi ke depan.
  • How?
    Para prajurit menjalankan operasi udara dengan menebar 636 sorte atau sekitar 1,2 juta liter air untuk pemadaman. Setelah kecelakaan, dua korban dimakamkan dan pencarian Sertu Heri masih berlangsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Helikopter MI-17 jatuh saat tiga prajurit membantu memadamkan kebakaran hutan di Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Letkol Dudi dimakamkan di Bandung dan Kapten Nurhafiz di Semarang. Sertu Heri masih dicari di tempat jatuhnya helikopter. Kepala TNI AD meminta kotak hitam helikopter diambil supaya tahu kenapa helikopter itu jatuh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah duka, pengabdian para prajurit terlihat melalui upaya pemadaman yang telah menyalurkan 1,2 juta liter air untuk membantu menangani kebakaran. Penghormatan dalam pemakaman dan perhatian kepada keluarga mencerminkan solidaritas, sementara pengangkatan kotak hitam membuka ruang pembelajaran agar penanganan tugas serupa dapat dilakukan dengan lebih baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Dua prajurit TNI AD yang meninggal dunia saat membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional (TN) Tanjung Puting Kalteng, hari ini Kamis (5/11/2026) dimakamkan di masing-masing tanah kelahirannya. 

Prajurit TNI yang meninggal atas nama Letkol CPN Dudi Firmansyah, Kapten CPN Nurhafiz Akbar. Sedangkan seorang prajurit lainnya bernama Sertu Heri masih dalam pencarian di lokasi kejadian. Ketiganya meninggal karena Heli MI-17 yang ditumpangi jatuh di TN Tanjung Puting.

Kapten CPN Nurhafiz Akbar tercatat dimakamkan di Semarang. Sementara Letkol CPN Dudi Firmansyah dimakamkan di Bandung.

KASAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita pun menghadiri prosesi pemakaman Nurhafiz Akbar di TMP Giri Tunggal Semarang. Tandyo bilang Nurhafiz bersama rekan-rekannya saat kejadian sedang menjalankan tugas.

Sebelum kecelakaan Heli MI-17, mereka bertugas menebar 636 sorte atau sebanyak 1,2 juta liter air di lokasi TN Tanjung Puting.

"Sudah bertugas dua bulan di sana. Dan kemarin yang terakhir untuk membantu pemadaman kebakaran di Kalimantan," kata  Tandyo usai menghadiri pemakaman Nurhafiz.

Lebih lanjut lagi, pihaknya berbelasungkawa sebaik-baiknya atas wafatnya almarhum. Pihaknya menyarankan kepada pihak keluarga mengikhlaskan kepergian almarhum.

"Kepergian almarhum menyentuh perasaan kita semua. Sebagai umat beragama kita wajib menerima dengan ikhlas. Semoga amalan almarhum mendapat tempat sebaik-baiknya di sisi Allah SWT. Semoga kerabat keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran. Marilah kita dengan rasa tulus memaafkan almarhum atas degala kesalahan baik yang dibuat saat pergaulan maupun ketika bertugas," ungkapnya. 

Pihaknya berharap supaya tubuh Sertu Heri yang masih ada di lokasi kejadian supaya secepatnya ditemukan.

"Secara pribadi saya mengucapkan banyak belasungkawa kepada almarhum yang pertama kepada Letkol CPN Dudi Firmansyah, Kapten CPN Nurhafiz dan Sersan Satu Heri yang saat ini mungkin masih di dalam pesawat. Saya minta doanya untuk segera diangkat," tegasnya.

"Kami berdoa semoga almarhum diberikan tempat terbaik disisi-Nya. Bagi nyonya Nurhafiz, tugas ke depan lebih berat. Ikhlaskan kepergian almarhum karena masih ada tugas membesarkan putra putri yang masih kecil," sambungnya.

Untuk keberdaan kotak hitam di dalam Heli MI-17, pihaknya memerintahkan untuk diangkat. Sehingga bisa diteliti penyebab kejadian jatuhnya Heli MI-17 di Tanjung Puting.

"Dan kotak hitam yang ada di dalamnya menjadi jawaban pada saat terjadi crash Heli MI-17. Dari kotak hitam itu kita bisa mengetahui, bisa menjadi bahan latihan kita ke depan. Sehingga penanganan akan lebih baik," terangnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article