Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Modus Penyadapan HP Paling Halus yang Sering Dilakukan Orang Terdekat

Kota Semarang
3 min read
3 Modus Penyadapan HP Paling Halus yang Sering Dilakukan Orang Terdekat
ilustrasi penyadapan ponsel (unsplash.com/@privecstasy)
  • Orang terdekat dapat menyadap WhatsApp dengan menautkan perangkat lewat QR saat meminjam HP; pengguna perlu memeriksa Perangkat Tertaut dan mengeluarkan perangkat tak dikenal.

  • Pelaku bisa memasang stalkerware berkedok aplikasi parental control atau pelacak untuk memantau GPS, ketikan, dan notifikasi; periksa izin Aksesibilitas serta Akses Notifikasi aplikasi asing.

  • Pengalihan panggilan diam-diam dapat meneruskan telepon dan SMS OTP ke nomor pelaku; cek dengan #21# atau #61#, lalu hapus pengalihan memakai ##002# jika diperlukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times — Bicara soal penyadapan smartphone atau peretasan data pribadi, sebagian besar orang akan langsung membayangkan sosok peretas (hacker) profesional berselimut penutup kepala yang bekerja di balik layar komputer canggih.

Padahal, dalam realitas kehidupan sehari-hari, ancaman penyadapan yang paling berbahaya justru sering kali datang dari orang-orang di sekitar kita—seperti pasangan yang posesif, teman dekat, hingga rekan kerja. Tanpa perlu kemampuan koding yang rumit, mereka bisa memanfaatkan kelengahanmu untuk memantau pesan singkat, lokasi real-time, hingga panggilan telepon secara halus dan tidak disadari.

Biar privasi dan data pribadimu tetap aman, yuk kenali 3 modus penyadapan HP paling halus yang sering dilakukan oleh orang terdekat berikut ini!

  1. 1. Penyalahgunaan Fitur Web dan Tautan Perangkat (WhatsApp Web / Companion Device)

    Ilustrasi layar monitor yang menampilkan tab browser dengan alamat web.whatsapp.com
    Ilustrasi tampilan WhatsApp Web di browser (Unsplash.com/Zulfugar Karimov)

    Ini merupakan modus paling klasik sekaligus yang paling sering terjadi tanpa disadari oleh korban.

    Modus ini tidak membutuhkan aplikasi tambahan. Pelaku hanya meminjam HP korban dengan alasan pinjam sebentar (misalnya untuk menelepon, melihat galeri, atau bermain game). Saat korban lengah, pelaku membuka WhatsApp dan memindai (scan) kode QR ke laptop atau HP sekundernya melalui fitur Linked Devices (Perangkat Tertaut).

    Pelaku bisa membaca seluruh isi chat, melihat media foto/video yang dikirim, hingga membalas pesan masuk secara real-time dari perangkat mereka tanpa memutus akses di HP-mu.

    Buka WhatsApp > ketik ikon titik tiga/Setelan > pilih Perangkat Tertaut (Linked Devices). Jika ada perangkat aktif (seperti Chrome, Windows, atau Mac) yang tidak kamu kenali, segera ketik "Keluar dari Semua Perangkat" (Log out from all devices).

  2. 2. Pemasangan Aplikasi Pengawas / Stalkerware Berkedok 'Parental Control' atau 'Find My Phone'

    ilustrasi find my phone (freepik.com/drobotdean)
    ilustrasi find my phone (freepik.com/drobotdean)

    Pelaku yang memiliki akses fisik ke HP kamu bisa mengunduh aplikasi pengintai (stalkerware) berkedok aplikasi keselamatan keluarga atau pelacak anak.

    Aplikasi jenis ini sengaja dirancang untuk bekerja secara tersembunyi (stealth mode). Begitu terpasang, ikon aplikasinya bisa diubah menjadi nama sistem yang tampak normal (seperti System Update, Settings Service, atau Google Sync), sehingga tidak memicu kecurigaan saat kamu membuka daftar aplikasi.

    Pelaku bisa memantau pergerakan lokasimu via GPS secara terus-menerus, merekam ketikan layar (keylogger), hingga mengintip notifikasi aplikasi media sosialmu.

    Periksa menu Pengaturan > Aplikasi > Aksesibilitas dan Akses Notifikasi. Batalkan izin bagi aplikasi asing yang meminta akses ke seluruh sistem HP-mu.

  3. 3. Aktivasinya Pengalihan Panggilan (Call Forwarding) Secara Diam-Diam

    ilustrasi seorang peretas siber (pexels.com/Sora Shimazaki)
    ilustrasi seorang peretas siber (pexels.com/Sora Shimazaki)

    Modus ketiga ini sangat halus karena pelaku tidak perlu mengintip HP kamu setiap hari. Cukup meminjam HP beberapa detik saja, pelaku sudah bisa mengalihkan aliran telepon dan SMS-mu.

    Pelaku membuka menu dialer telepon di HP-mu lalu mengetikkan kode perintah USSD pengalihan panggilan (seperti 21NomorPelaku# atau 61NomorPelaku#).

    Setiap ada panggilan telepon masuk atau pesan kode autentikasi OTP (seperti SMS dari bank atau media sosial) saat HP-mu sedang sibuk atau tidak diangkat, secara otomatis akan terlempar (dialing) ke nomor milik pelaku.

    Cara Cek: Ketik #21# atau #61# di menu panggil telepon untuk mengecek status pengalihan. Jika terindikasi dialihkan ke nomor asing, segera hapus pengalihan dengan mengetik kode sakti ##002#.

    Tips Utama Mencegah Penyadapan dari Orang Terdekat:

    Pasang Kunci Layar yang Kuat: Gunakan kata sandi (PIN/Password) yang unik atau kunci biometrik (sidik jari/pemindai wajah). Hindari memakai pola sederhana yang mudah ditebak oleh orang terdekat (seperti tanggal lahir).

    Jangan Biarkan HP Tergeletak Tanpa Pengawasan: Biasakan untuk selalu mengunci layar HP saat ditinggal pergi ke kamar mandi, mengambil makanan, atau mengisi daya.

    Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (2FA): Aktifkan fitur 2FA di WhatsApp, email, dan seluruh media sosial agar akunmu tidak bisa ditautkan ke perangkat baru tanpa persetujuan verifikasi utama dari kamu.

    Ingat, menjaga privasi digital adalah hak dasar setiap orang, sekalipun dalam hubungan pertemanan maupun pasangan!

Related Articles

See More