Boyolali, IDN Times – Sebuah era birokrasi di Kabupaten Boyolali memasuki babak baru. Sekretaris Daerah (Sekda) Wiwis Trisiwi Handayani resmi mengakhiri masa pengabdian panjangnya selama 34 tahun 6 bulan. Momen haru pelepasan sosok "tulang punggung" pemerintahan ini dipimpin langsung oleh Bupati Agus Irawan dan Wakil Bupati Dwi Fajar Nirwana di Ruang Merbabu Kantor Bupati, Selasa (31/3/2026).
Bagi publik Boyolali, sosok Wiwis bukan sekadar pejabat tinggi, melainkan simbol dedikasi dari bawah. Memulai karier sebagai staf biasa di Bagian Pemerintahan Desa, Wiwis berhasil menapaki puncak karier birokrasi melalui berbagai posisi strategis, mulai dari Humas, Disporapar, hingga Dinas Lingkungan Hidup.
Puncak dedikasinya terjadi saat ia dilantik menjadi Sekda pada 1 November 2023. Selama menjabat, Wiwis dikenal sebagai dirigen yang menjaga keharmonisan antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.
"Amanat ini luar biasa, dan saya merasa bukan apa-apa tanpa dukungan seluruh kepala OPD. Terima kasih atas kerja samanya selama ini untuk Boyolali," ungkap Wiwis dalam sambutan perpisahannya yang penuh kerendahan hati.
Bupati Agus Irawan mengakui peran krusial Wiwis dalam menjaga ritme pemerintahan, terutama dalam satu tahun terakhir kepemimpinannya. "Terima kasih atas masukan-masukannya. Kami pasti akan merindukan sosok beliau dan tetap meminta saran untuk kemajuan Boyolali ke depan," ujar Bupati Agus.
Senada, Wabup Dwi Fajar Nirwana mengapresiasi loyalitas tanpa batas yang ditunjukkan Wiwis. Menurutnya, dedikasi Wiwis telah memberikan kesan mendalam bagi tata kelola birokrasi di Kota Susu.
Purna tugasnya Wiwis Trisiwi per 1 April 2026 besok menandai berakhirnya pengabdian formal seorang birokrat tulen. Bagi masyarakat, warisan sistem birokrasi yang stabil dan tertata yang ditinggalkannya menjadi fondasi penting bagi pembangunan Boyolali di masa depan.
Kini, publik menanti siapa sosok yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan administrasi tertinggi di Pemkab Boyolali untuk menjaga kualitas pelayanan publik tetap prima.
