Pernah nggak merasa sudah rajin memperbarui pengalaman kerja dan rajin apply sana-sini di LinkedIn, tapi kotak masuk pesan (Direct Message) tetap sepi bak kuburan? Sementara itu, ada teman seprofesi yang rasanya jarang bikin unggahan, tapi malah sering ditawari posisi menggiurkan oleh HRD top company.
Ternyata rahasianya bukan cuma soal keberuntungan! Perekrut profesional mengandalkan alat khusus bernama LinkedIn Recruiter yang memiliki sistem penyaringan tersendiri. Agar profil milikmu tidak sekadar menumpuk di tumpukan pencarian, ada beberapa pengaturan tersembunyi yang bisa memancing algoritma agar HRD langsung tergiur mengirimkan DM. Yuk, bongkar fiturnya satu per satu!
