Pernahkah melihat seorang teman yang selalu tampil paling ceria, penuh energi, dan tak pernah kehabisan bahan candaan, tapi diam-diam menyimpan luka batin yang dalam? Dalam dunia psikologi kepribadian, fenomena ini sering dikaitkan dengan tipe ENFP (The Campaigner) yang kerap dijuluki sebagai "The Crying Clown" alias badut yang menangis.
Buat kamu yang memiliki MBTI ini, tersenyum saat hati sedang hancur lebur bukanlah sekadar bentuk kepura-puraan biasa. Ada alasan neurosains dan fungsi kognitif yang memaksa otak mereka bekerja dengan cara unik. Yuk, bedah alasan psikologis di balik "topeng kebahagiaan" para ENFP!
