Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pria meredam amarah (istockphoto.com/AaronAmat)
ilustrasi pria meredam amarah (istockphoto.com/AaronAmat)

Intinya sih...

  • Mengingat Allah (dzikir) membantu meredam amarah dan meningkatkan ketenangan batin.

  • Menjauhi orang yang memicu amarah adalah langkah bijak untuk menjaga keseimbangan emosional.

  • Berwudhu, shalat, membaca Al-Qur'an, bersedekah, dan berbuat kebaikan dapat membantu meredam amarah dan menciptakan lingkungan sosial yang positif.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam ajaran Islam, kemampuan meredam amarah memegang peran sentral dalam pembentukan karakter seorang Muslim. Islam tidak hanya mengatur aspek ibadah ritual, tetapi juga memberikan pedoman komprehensif mengenai pengelolaan emosi. Mengendalikan amarah merupakan tindakan mulia yang mencerminkan kekuatan kontrol diri dan ketenangan batin.

Islam membimbing umatnya untuk tidak sekadar memahami sumber kemarahan, tetapi juga meresponsnya sesuai nilai-nilai religius. Melakukan amalan pereda marah bukan hanya bentuk kewajiban, melainkan investasi untuk menciptakan lingkungan sosial yang harmonis. Berikut adalah lima amalan yang dianjurkan untuk mengontrol emosi kamu.

1. Mengingat Allah (dzikir)

ilustrasi pria sedang berdzikir (istockphoto.com/agrobacter)

Dzikir merupakan suatu amalan yang mencakup berbagai bentuk pengingatan kepada Allah. Dalam setiap doa dan tasbih yang diucapkan, seorang Muslim diingatkan akan kebesaran, kebijaksanaan, dan kasih sayang Allah.

Melalui dzikir, seseorang dapat memfokuskan pikiran dan hati pada kehadiran-Nya, yang dapat membantu meredam kemarahan dan meningkatkan ketenangan batin.

Saat seseorang merasa marah atau kesal, dzikir dapat menjadi sarana untuk menenangkan hati.

Dengan mengucapkan kalimat-kalimat yang mengandung makna penuh keikhlasan dan pengabdian kepada Allah, seorang Muslim dapat merasakan ketenangan dan kebebasan dari beban amarah yang sedang dirasakannya.

2. Menjauhi orang yang memicu amarah

ilustrasi pria sedang meredam amarah (istockphoto.com/Pornpak Khunatorn)

Amalan menjauhi orang yang memicu amarah sejalan dengan prinsip Islam yang menganjurkan ketenangan batin.

Islam mengajarkan bahwa menjaga keadaan hati dan jiwa adalah suatu keharusan. Menjauhi orang yang dapat merusak ketenangan batin merupakan langkah bijak untuk mempertahankan keseimbangan emosional.

Dengan menjauhi orang yang memicu amarah, seseorang memiliki kesempatan untuk merefleksikan diri dan mengidentifikasi cara untuk meningkatkan kontrol diri.

Islam mendorong umatnya untuk senantiasa melakukan introspeksi dan memperbaiki diri agar lebih dekat dengan akhlak yang diinginkan oleh agama.

3. Berwudhu dan shalat

ilustrasi pria melakukan sholat (istockphoto.com/Hammarby Studios)

Berwudhu adalah suatu tindakan membersihkan diri sebelum melaksanakan ibadah, terutama sebelum shalat.

Selain menjadi persiapan fisik, berwudhu memiliki dampak positif pada kejiwaan seseorang, termasuk dalam meredam amarah. Berwudhu bukan hanya membersihkan tubuh, tetapi juga menjadi simbol membersihkan jiwa dan hati dari dosa dan ketidakbersihan. Ketika hati seseorang bersih, cenderung lebih mudah untuk meredam amarah.

Shalat merupakan salah satu rukun Islam dan merupakan bentuk ibadah yang paling utama. Dalam konteks meredam amarah, shalat memiliki peran penting dalam mengajarkan kesabaran, kontrol diri, dan ketenangan.

Dalam shalat, seseorang harus menjaga khusyu' dan fokus. Ini membutuhkan pengendalian diri, termasuk mengendalikan emosi. Praktik ini kemudian dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk meredam amarah.

4. Membaca Al Qur'an

ilustrasi pria membaca Al Qur'an (istockphoto.com/agrobacter)

Membaca Al-Qur'an tidak sekadar membaca dengan cepat, tetapi juga melibatkan meditasi dan tafakur.

Mendalami makna-makna ayat, merenungkan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya, dan mencari pemahaman mendalam akan membantu seseorang meresapi kebijaksanaan Allah dan meredam amarah yang mungkin timbul.

Meredam amarah melalui membaca Al-Qur'an membutuhkan konsistensi dan kesabaran. Meskipun hasilnya tidak selalu langsung terlihat, mempertahankan amalan ini dengan tekun akan membantu menciptakan perubahan positif dalam kepribadian dan sikap seseorang.

5. Bersedekah dan berbuat kebaikan

ilustrasi memasukkan uang sedekah (istockphoto.com/Jaka Suryanta)

Bersedekah tidak hanya memberikan manfaat materi, tetapi juga memberikan kepuasan batin. Ketika seseorang bersedia berbagi, hatinya akan dipenuhi dengan rasa kedamaian dan kebahagiaan.

Bersedekah juga dapat menjadi sarana untuk meredam kemarahan karena melibatkan sikap rendah hati dan kesediaan untuk membantu sesama.

Berbuat kebaikan dapat mencakup membantu tetangga, menyapa dengan senyuman, memberikan nasihat yang baik, atau bahkan menjaga lingkungan.

Dengan berbuat kebaikan, seseorang dapat menciptakan lingkungan sosial yang positif, mengurangi ketegangan, dan meredam amarah dalam diri.

Melalui penerapan amalan-amalan tersebut, kamu dapat membangun suasana yang tenang dan penuh kasih sayang. Semoga ikhtiar ini menjadikan hidup lebih bermakna dan penuh kedamaian di bawah lindungan Allah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team