Para petani menggiling padi yang telah dipanen di sawah. (IDN Times/Dok Humas Bulog Semarang)
Sebagai catatan terakhir, per 14 Mei 2025 kemarin serapan sebanyak 39 ribu ton dan akan bertambah karena ada permintaan penyerapan gabah kering dari tingkat petani.
"Meskipun kemarin libur tgl 11-13 Mei 2025 permintaan penyerapan gabah masih ada di beberapa titik seperti di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak serta Kabupaten Grobogan yang masih ada sisa panen tetap dilayani dan kegiatan penyerapan di gudang tetap berjalan," ungkapnya.
Tingginya penyerapan beras saat ini lantaran ini merupakan program pemerintah dan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk swasembada pangan.
Selain itu penetapan harga GKP yang sudah dipatok pemerintah sebesar Rp6.500 memberi andil terhadap tingginya penyerapan beras tahun ini.
"Penetapan harga senilai Rp 6.500 per kilogram diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan petani," tambahnya.
Adanya serapan gabah beras hasil petani di Bulog Semarang tidak terlepas dari kolaborasi semua pihak. Termasuk bersama Dinas Pertanian melalui penyuluh pertanian, Kodim dan Koramil melalui babinsa dan forkopimda.