Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Memperpanjang Umur Baterai Laptop Hingga 5 Tahun
ilustrasi baterai laptop (unsplash.com/Mika Baumeister)
  • Membatasi pengisian daya maksimal di angka 80% dan mengecas saat indikator menyentuh 20% efektif mencegah stres tegangan sel baterai.

  • Menghindari kebiasaan mengecas di atas kasur serta selalu menggunakan charger orisinal menjaga suhu operasional dan arus listrik tetap stabil.

  • Mengoptimalkan skema daya sistem seperti kecerahan layar dan durasi sleep mode membantu menekan beban kerja baterai harian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Baterai laptop bisa awet sampai lima tahun kalau diisi sampai 80 persen dan dicas lagi saat tinggal 20 persen. Jangan biarkan habis sampai nol. Jangan cas di kasur karena bisa panas. Pakai charger asli. Layar juga bisa dibuat tidak terlalu terang supaya baterai tidak cepat lelah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa kesal karena daya tahan baterai laptop mendadak melorot drastis padahal baru dibeli dua tahun lalu? Keresahan ini sering menghampiri para pekerja dan mahasiswa yang bergantung penuh pada laptop untuk menyelesaikan tugas seharian.

Padahal, cepat rusaknya baterai jenis Lithium-ion atau Lithium-polymer biasanya dipicu oleh kebiasaan pengisian daya yang kurang tepat. Buat Millennials yang ingin performa baterai laptopnya tetap prima dan awet hingga lima tahun, yuk simak lima langkah strategis berikut ini!

1. Aktifkan Fitur Pembatas Daya Hingga 80 Persen

ilustrasi baterai laptop (unsplash.com/CHUTTERSNAP)

Menyetel pengisian daya terus-menerus di angka 100% saat laptop dicolokkan ke listrik seharian menciptakan tekanan tegangan tinggi pada sel baterai. Menjaga batas pengisian daya di rentang 40% hingga 80% secara ilmiah terbukti mengurangi stres tegangan serta meningkatkan siklus daya (charge cycle) hingga tiga kali lipat.

Kamu bisa mengaktifkan fitur ini melalui aplikasi resmi bawaan perangkat. Pengguna ASUS bisa membukanya via MyASUS menu Battery Health Charging, pengguna Lenovo di Lenovo Vantage mode Conservation Mode, pengguna HP melalui pengaturan BIOS menu Battery Health Manager, serta pengguna MacBook di System Settings menu Optimized Battery Charging.

2. Cegah Baterai Kosong Total Hingga Touchdown 0 Persen

ilustrasi daya baterai laptop (dok. youtube.com/Combro Channel)

Membiarkan laptop mati total karena kehabisan daya merupakan salah satu pemicu utama kerusakan cepat sel baterai. Kondisi kosong total (deep discharge) dapat merusak sirkuit perlindungan internal secara permanen dan memangkas kapasitas total daya.

Terapkan aturan emas dengan segera menyambungkan charger saat indikator baterai menyentuh angka 20%. Kebiasaan disiplin ini menjaga aliran listrik internal tetap stabil tanpa merusak komponen kimia di dalamnya.

3. Hindari Kebiasaan Mengecas Laptop di Atas Kasur

ilustrasi mengisi daya baterai laptop (pexels.com/Karolina Grabowska)

Suhu panas ekstrem merupakan musuh utama kesehatan baterai. Proses pengisian daya secara alami menghasilkan panas, dan suhu lingkungan yang tinggi akan mempercepat proses degradasi sel internal.

Jangan pernah mengisi daya laptop di atas kasur, sofa, atau selimut karena permukaan kain akan menahan panas di dalam sasis. Jika laptop terasa sangat panas saat menjalankan tugas berat, istirahatkan sejenak atau gunakan cooling pad berkualitas tinggi.

4. Selalu Gunakan Charger Orisinal Bawaan Pabrik

ilustrasi baterai laptop (unsplash.com/Panos Sakalakis)

Menggunakan charger KW atau produk tiruan murah berisiko tinggi merusak komponen laptop. Adaptor orisinal dilengkapi sirkuit regulator tegangan presisi yang disesuaikan dengan spesifikasi motherboard.

Sebaliknya, pengisi daya KW sering kali menghasilkan arus listrik tidak stabil (ripple current). Kondisi ini dapat memicu lonjakan suhu mikro pada sel baterai dan memicu kerusakan cepat pada komponen IC Power.

5. Optimalkan Pengaturan Skema Daya Sistem Operasi

Ilustrasi mengisi daya baterai laptop (pexels.com/Liza Summer)

Memangkas beban kerja sistem yang tidak perlu saat laptop tidak terhubung ke listrik sangat membantu menjaga efisiensi baterai. Kurangi tingkat kecerahan layar ke rentang 50% hingga 60% yang nyaman di mata.

Atur waktu Turn off display menjadi dua hingga tiga menit dan mode Sleep menjadi lima hingga 10 menit saat laptop dalam kondisi diam (idle). Matikan juga koneksi nirkabel seperti Bluetooth atau Wi-Fi saat kamu sedang bekerja secara luring (offline).

Memperpanjang usia baterai laptop sebenarnya cukup mudah jika kamu konsisten menerapkan pola pengisian daya yang tepat dan menjaga suhu perangkat tetap dingin.

Dari kelima trik di atas, mana nih kebiasaan yang paling sering Millennials abaikan saat menggunakan laptop? Tulis pengalaman kamu di kolom komentar ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article