Kerbau Kyai Slamet milik Keraton Solo yang dievakuasi. (IDN Times/Larasati Rey)
Sementara itu, Putri PB XIII yang juga menjabat sebagai ketua pengurus Alun-Alun Kidul, GKR Timoer Rumbai menyesalkan hal tersebut. Ia yang saat evakuasi sedang berada di Jakarta merasa kecolongan.
Pihaknya juga menyesalkan sikap adiknya yang juga putra PB XIII KGPH Purboyo yang tak memberi tahu dirinya soal evakuasi tersebut. Padahal selama ini, dirinyalah yang bertugas mengurus kerbau-kerbau keramat tersebut.
"Kemudian yang saya sayangkan lagi kenapa harus bawa aparat apakah aparat itu sekarang bisa diminta untuk menekan nekan seperti itu. Kan disana yang disana itu kan Gusti Putri dan juga Mas Mustiko yang selama ini tidak tahu apa-apa, selama ini kita yang sebagai pengelola dan memilhara itu kan yang tau kondisinya seperti apa. Nah kalau Gusti Putri atau Mas Mustiko itu mau menjalankan dawuh (perintah) kan bisa kulo nuwon Mbak yu saya diutus sama Sinuhun Romo untuk mengkarantina ini, kita bisa kok diajak bicara baik-baik," kata GKR Rumbai.
Lebih lanjut, GKR Rumbai juga menegaskan jika kerbau Kyai Slamet tersebut belum layak untuk ikut dikirab dalam acara malam 1 Sura nantinya, ia mengatakan jika alasan tersebut berdasarkan dari hasil pemeriksaan dokter dari Dinas Peternakan lantaran masih dalam tahap pemulihan PMK.
"Sebenarnya yang menyatakan tidak boleh dikirab itu buka dari kami, tapi dari Dinas Peternakan yang menyatakan kalau itu tidak layak untuk jalan jauh ataupun dikirab kan karena pemulihannya pun itu habis divaksin maupun minimal 2 minggu bisa sampai sebulan tergantung kondisi dari kerbau tersebut," pungkasnya.