Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kesalahan Finansial Pasangan Baru Nikah yang Bikin Gaji Cepat Lenyap
Uang Rupiah (https://unsplash.com/photos/hands-are-holding-a-bundle-of-indonesian-banknotes-llemJ9uYRTk)
  • Euforia pernikahan dapat menguras gaji lewat pembelian perabot berlebihan dengan cicilan serta kebiasaan kencan mahal yang seharusnya disesuaikan dengan anggaran rumah tangga.

  • Pasangan perlu terbuka mengenai utang, cicilan, dan aset sejak awal, lalu menunjuk pengelola keuangan yang teliti agar pengeluaran terpantau dan tagihan tidak terlewat.

  • Dana darurat minimal tiga kali pengeluaran bulanan perlu diprioritaskan di rekening terpisah sebelum menempatkan dana pada investasi berisiko.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pasangan yang baru menikah bisa cepat kehabisan gaji kalau membeli banyak barang rumah dengan cicilan. Mereka juga harus jujur tentang utang. Sebaiknya satu orang mencatat uang bersama. Jangan sering pergi mahal-mahal. Sekarang, pasangan dianjurkan menyimpan uang darurat dulu sebelum membeli investasi yang bisa rugi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menikah dan memulai lembaran baru bersama pasangan memang masa-masa yang penuh dengan euforia. Sayangnya, menyatukan dua kepala juga berarti menyatukan dua isi dompet dan kebiasaan finansial yang sering kali berbeda.

Tidak sedikit pengantin baru yang kaget saat melihat tabungan mendadak terkuras habis dan gaji sudah lenyap bahkan sebelum mencapai tengah bulan. Fenomena ini umumnya terjadi bukan karena kurangnya pendapatan, melainkan akibat salah urus di bulan-bulan awal pernikahan. Buat kamu yang baru menempuh hidup baru, yuk hindari lima kesalahan finansial fatal beserta solusinya berikut ini!

1. Terjebak Sindrom Over-Furnishing Rumah Baru

ilustrasi renovasi rumah (pexels.com/Rodolfo Quirós)

Berambisi memiliki rumah yang langsung terlihat sempurna dan estetik seketika merupakan jebakan yang sering melanda pengantin baru. Banyak pasangan langsung memboyong sofa premium, kulkas besar dua pintu, hingga mesin kopi menggunakan skema cicilan kartu kredit atau fitur paylater.

Dampaknya, arus kas harian langsung tersedot habis di minggu pertama gajian hanya untuk membayar bayangan cicilan dan uang muka. Terapkan skala prioritas secara bijak. Di awal pernikahan, kebutuhan utama kamu hanyalah kasur, penanak nasi, dan alat mandi. Lengkapi perabotan rumah tangga lainnya satu per satu secara tunai sesuai sisa bujet bulanan.

2. Gengsi Terbuka soal Utang Bawaan dan Aset

ilustrasi seseorang yang memegang beberapa uang kertas rupiah Indonesia (pexels.com/Ahsanjaya)

Menyembunyikan kondisi keuangan masa lalu karena alasan gengsi bisa menjadi bom waktu dalam rumah tangga. Masih memiliki tanggungan cicilan kendaraan, tagihan paylater, atau pinjaman online (pinjol) yang dirahasiakan hanya akan merusak kepercayaan pasangan.

Akibatnya, gaji salah satu pihak akan mendadak "hilang" di awal bulan untuk menutup utang rahasia tersebut, sehingga beban biaya hidup harian timpang ke satu pihak. Jadwalkan sesi financial pillow talk minggu ini. Buka semua kartu secara transparan mulai dari sisa utang, cicilan aktif, hingga aset yang dimiliki agar rancangan anggaran bulanan bisa disusun realistis.

3. Tidak Memiliki Manajer Keuangan Tunggal

ilustrasi pernikahan (pexels.com/Tuti Isnawati)

Menganggap uang pernikahan bisa dipakai bebas tanpa pencatatan yang jelas kerap memicu kekacauan arus kas. Tanpa kejelasan siapa yang memegang kendali, pengeluaran ganda untuk hal yang tidak penting sangat mudah terjadi dan tagihan wajib justru terlewat.

Sepakati siapa yang paling teliti dan disiplin dalam mencatat keuangan untuk ditunjuk sebagai manajer keuangan, sementara pasangan yang lain bertindak sebagai pengawas atau auditor. Pusatkan seluruh pengeluaran dari satu pintu rekening bank agar transaksi harian mudah dipantau bersama.

4. Mempertahankan Gaya Hidup Dating ketimbang Living

ilustrasi kencan (pexels.com/cottonbro studio)

Masih memperlakukan akhir pekan seperti masa-masa berpacaran adalah kesalahan kaprah. Kebiasaan makan di restoran mahal, rutin menonton bioskop kelas premium, hingga staycation impulsif setiap minggu demi konten media sosial akan dengan cepat melahap bujet bulanan.

Bujet yang seharusnya aman untuk membeli bahan makanan pokok selama sebulan bisa ludes dalam dua hari saja. Ubah pola pikir dari gaya hidup dating menjadi living. Kamu dan pasangan bisa menciptakan kencan hemat di rumah seperti memasak bekal bersama, streaming film, atau jalan-jalan sore di alun-alun kota.

5. Nekat Berinvestasi Sebelum Punya Dana Darurat

ilustrasi investasi (pexels.com/RDNE Stock project)

Memarkir uang dalam jumlah besar ke instrumen investasi berisiko seperti kripto atau saham gorengan demi terlihat mapan tanpa memiliki cadangan uang tunai adalah langkah yang sangat berbahaya.

Ketika ada kebutuhan mendadak seperti musibah sakit atau kerusakan rumah, kamu akan terpaksa mencairkan investasi dalam posisi rugi atau terjerat utang baru. Pastikan kamu sudah mengamankan dana darurat minimal tiga kali pengeluaran bulanan di rekening terpisah sebelum mulai melirik instrumen investasi apa pun.

Kunci utama mengelola keuangan di awal masa pernikahan adalah komunikasi yang transparan, kompromi, serta keberanian untuk menurunkan gengsi.

Apakah kamu dan pasangan sudah mulai rutin melakukan financial pillow talk setiap bulannya? Tulis pengalaman kamu di kolom komentar ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article