Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi keluarga (pexels.com/Yana Prokopenok)
ilustrasi keluarga (pexels.com/Yana Prokopenok)

Intinya sih...

  • Baby blues adalah kondisi emosional ibu baru yang wajar terjadi setelah melahirkan
  • Suami perlu mendengarkan keluhan istri tanpa menghakimi dan memberikan dukungan emosional
  • Keterlibatan suami dalam urusan bayi bisa membantu istri merasa dihargai dan mengurangi kelelahan emosionalnya
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mendampingi istri pasca melahirkan memang penuh tantangan, terlebih jika ia mengalami baby blues. Kondisi emosional ini membuat ibu baru merasa cemas, sedih, dan mudah lelah. Meskipun wajar, kondisi ini menuntut perhatian ekstra dari suami.

Sebagai mitra hidup, kamu memegang peran krusial dalam mendukung istri melewati fase ini. Sayangnya, banyak suami tanpa sadar melakukan kesalahan yang justru memperburuk situasi. Agar kamu bisa menjadi pendukung terbaik, hindarilah lima kesalahan umum berikut ini.

1. Menganggap remeh perasaan istri yang sedang mengalami baby blues

ilustrasi keluarga (pexels.com/Yan Krukau)

Banyak suami yang mengira baby blues itu cuma “bumbu” setelah melahirkan. Padahal, kondisi ini nyata dan bisa berdampak besar pada kesehatan mental istri. Ucapan seperti “Kamu lebay banget, sih” atau “Biasa aja kali” hanya akan membuat istri merasa tidak dimengerti.

Daripada menganggapnya remeh, coba pahami apa yang istri rasakan. Dengarkan keluhannya tanpa menghakimi, tunjukkan empati, dan buat dia tahu bahwa kamu peduli. Sesederhana itu bisa membuat istri merasa lebih dihargai, lho!

2. Tidak memberikan dukungan emosional yang dibutuhkan istri setelah melahirkan

ilustrasi keluarga (pexels.com/Kaboompics)

Setelah melahirkan, istri butuh dukungan emosional lebih dari sebelumnya. Sayangnya, beberapa suami justru sibuk dengan pekerjaan atau kegiatan lain hingga lupa bahwa istri sedang menghadapi masa sulit.

Kamu bisa mulai dengan tindakan kecil, seperti meluangkan waktu untuk ngobrol, memberikan pelukan, atau sekadar menyemangati dengan kata-kata sederhana. Jangan meremehkan dampak dari perhatian kecil ini, karena bisa membantu istri merasa lebih tenang dan didukung.

3. Tidak membantu dalam mengurus bayi yang baru lahir

ilustrasi keluarga (pexels.com/Keira Burton)

Masih banyak yang berpikir kalau urusan bayi sepenuhnya tugas istri. Padahal, menjadi ayah yang terlibat itu penting banget, baik untuk membantu istri maupun membangun hubungan dengan anak.

Coba deh, mulai dari hal sederhana seperti mengganti popok atau menidurkan bayi. Selain meringankan beban istri, keterlibatanmu juga bisa menunjukkan bahwa dia tidak sendirian. Dampaknya, istri akan merasa lebih dihargai dan kelelahan emosionalnya bisa berkurang.

4. Mengabaikan kesehatan mental istri yang sangat penting setelah melahirkan

ilustrasi keluarga (pexels.com/Rene Terp)

Kesehatan mental istri sama pentingnya dengan fisik, terutama setelah melahirkan. Namun, banyak suami yang tidak sadar akan hal ini. Jangan biarkan istri merasa sendiri dalam menghadapi baby blues. Sesekali, ajak dia beristirahat, olahraga ringan, atau jalan-jalan santai untuk melepas penat.

Selain itu, pastikan istri punya waktu untuk dirinya sendiri. Misalnya, kamu bisa menjaga bayi sebentar supaya dia bisa tidur atau melakukan hobi yang disukai. Dengan begitu, suasana hati istri bisa membaik, dan beban mentalnya jadi lebih ringan.

5. Tidak mencari bantuan profesional ketika baby blues tidak kunjung membaik

ilustrasi keluarga (pexels.com/Anna Shvets)

Kalau kondisi baby blues tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Konsultasi dengan psikolog atau konselor bisa membantu istri memahami dan mengelola emosinya. Ini bukan tanda kelemahan, tapi bentuk perhatianmu terhadap kesejahteraan istri.

Langkah ini juga menunjukkan bahwa kamu serius mendukung istri melewati masa sulit. Dengan bantuan profesional, dia bisa mendapatkan strategi yang tepat untuk pulih. Jadi, jangan menunda jika memang dibutuhkan, ya!

Suami memiliki peran besar dalam membantu pemulihan emosional istri dengan penuh kasih sayang. Ingatlah, tindakan kecil seperti menjadi pendengar yang baik sangat berdampak besar. Semoga panduan ini membantumu menjadi suami yang lebih pengertian dan suportif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team