Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi berbuka puasa (pexels.com/Michael Burrows)
ilustrasi berbuka puasa (pexels.com/Michael Burrows)

Intinya sih...

  • Menjalankan puasa dengan penuh, menjaga hawa nafsu, amarah, dan perkataan, serta berbuka puasa dengan sederhana.

  • Memperbanyak salat tarawih untuk meningkatkan ketaqwaan dan menjalin silaturahmi.

  • Memperbanyak ibadah malam (qiyam ramadhan) untuk meraih pahala yang luar biasa di Lailatul Qadr.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bulan Ramadan adalah waktu penuh berkah dan ampunan yang sangat dinantikan umat Muslim. Pada bulan ini, Nabi Muhammad SAW memiliki kebiasaan ibadah istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Rutinitas beliau menjadi teladan terbaik bagi kita dalam mengisi hari-hari puasa agar lebih bermakna. Berikut adalah lima bentuk ibadah yang rutin Rasulullah SAW lakukan selama bulan Ramadan.

1. Menjalankan puasa dengan penuh

ilustrasi berbuka puasa (pexels.com/RDNE Stock project)

Menjalankan puasa dengan penuh merupakan rutinitas utama Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadan. Beliau tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga hawa nafsu, amarah, dan perkataan.

Beliau selalu berhati-hati dalam setiap tindakan dan ucapannya, serta berusaha untuk selalu berbuat baik. Nabi Muhammad SAW juga selalu berbuka puasa dengan sederhana dan tidak berlebihan.

Puasa yang dijalankan Nabi Muhammad SAW bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Beliau selalu ikhlas dan sabar dalam menjalankan ibadah puasa, dan selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Bagi umat Islam, meneladani cara Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan puasa dapat membantu meningkatkan kualitas ibadah dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dengan menjalankan puasa dengan penuh, diharapkan kita dapat meraih pahala dan ampunan Allah SWT, serta menjadi pribadi yang lebih baik.

2. Memperbanyak salat tarawih

ilustrasi ibadah (pexels.com/Thirdman)

Memperbanyak salat tarawih merupakan salah satu rutinitas ibadah Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadan. Beliau selalu menyempatkan diri untuk salat tarawih di masjid bersama para sahabat. Beliau juga sering memimpin salat tarawih dan memberikan ceramah agama setelahnya.

Salat tarawih merupakan salat sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Di antaranya adalah pahala yang berlipat ganda, diampuni dosa-dosa yang sudah lalu, dan didekatkan diri kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW selalu bersemangat dalam menjalankan salat tarawih dan mengajak umat Islam untuk melakukannya.

Bagi umat Islam, meneladani Nabi Muhammad SAW dalam memperbanyak salat tarawih dapat membantu meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Selain itu, salat tarawih juga merupakan sarana untuk menjalin silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama memperbanyak salat tarawih di bulan Ramadan ini. Semoga dengan demikian, kita dapat meraih pahala dan ampunan Allah SWT, serta menjadi pribadi yang lebih baik.

3. Memperbanyak ibadah malam (qiyam ramadhan)

ilustrasi ibadah (pexels.com/RDNE Stock project)

Memperbanyak ibadah malam, atau yang sering disebut qiyam Ramadan, menjadi rutinitas penting bagi Nabi Muhammad SAW. Beliau gemar bangun pada sepertiga malam terakhir, yang diyakini sebagai Lailatul Qadr, untuk memperbanyak sholat, berdoa, dan membaca Al-Quran.

Nabi SAW sangat bersungguh-sungguh dalam ibadahnya, penuh kekhusyukan dan mengharapkan keridaan Allah SWT. Meskipun beliau adalah seorang nabi dan dijamin masuk surga, namun semangat beliau dalam beribadah menjadi teladan bagi kita semua.

Dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW dalam memperbanyak qiyam Ramadan, kita berkesempatan meraih pahala yang luar biasa di Lailatul Qadr, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Selain itu, qiyam Ramadan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kedekatan kita kepada Allah SWT, merenungi kesalahan, dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang sudah kita lakukan. Mari kita jadikan bulan Ramadan ini sebagai momentum untuk lebih giat beribadah di malam hari, dan semoga Allah SWT memudahkan kita dalam menjalankan ibadah tersebut.

4. Memperbanyak membaca al-Quran (tadarus)

ilustrasi membaca al-qur'an (pexels.com/RDNE Stock project)

Memperbanyak membaca Al-Quran, atau tadarus, menjadi rutinitas istimewa Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadan. Beliau gemar membaca, memahami, dan mentadabburi Al-Quran bersama para sahabat. Suasana teduh dan penuh berkah tercipta saat lantunan ayat suci menggema di masjid. Selain mempererat ukhuwah, tadarus bersama juga memudahkan perbaikan bacaan dan pendalaman makna Al-Quran.

Nabi SAW menjadikan tadarus sebagai sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan. Beliau selalu merenungkan kandungan Al-Quran dan berusaha untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semangat beliau dalam membaca Al-Quran menjadi teladan bagi kita untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk lebih dekat dengan Al-Quran.

Mari ikuti sunnah Nabi Muhammad SAW dengan memperbanyak tadarus Al-Quran di bulan Ramadan. Entah itu sendiri, bersama keluarga, atau mengikuti kegiatan tadarus berjamaah di masjid. Semoga dengan memperbanyak tadarus, hati kita menjadi lebih tenang, iman kita makin kuat, dan kita bisa mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

5. Memperbanyak sedekah

ilustrasi sedekah (pexels.com/Timur Weber)

Memperbanyak sedekah menjadi salah satu amalan istimewa Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadan. Beliau dikenal sebagai pribadi yang dermawan dan selalu menyisihkan hartanya untuk membantu orang lain. Kedermawanan beliau menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.

Nabi Muhammad SAW tidak hanya bersedekah dengan harta, tetapi juga dengan senyuman, perkataan yang baik, dan amalan-amalan lainnya. Beliau selalu berusaha untuk memberikan manfaat bagi orang lain, dan menjadikan sedekah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Di bulan Ramadan, pahala sedekah dilipatgandakan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, mari ikuti sunnah Nabi Muhammad SAW dengan memperbanyak sedekah, baik berupa harta benda, tenaga, maupun pikiran. Semoga dengan sedekah, kita dapat membantu meringankan beban orang lain, membersihkan diri dari dosa, dan mendapatkan pahala yang berlimpah dari Allah SWT.

Dengan meneladani rutinitas Nabi Muhammad SAW, harapannya dapat meraih ampunan dan peningkatan kualitas takwa. Jadikan momentum Ramadan ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan bagi kita dalam menjalankan ibadah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team