Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tipe MBTI yang Paling Susah Move On saat Putus Cinta
Ilustrasi move on (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Kesulitan move on setelah putus cinta dikaitkan dengan fungsi kognitif MBTI yang membuat seseorang terikat pada komitmen, kenangan, dan rencana masa depan bersama pasangan.

  • INFJ, ISFJ, dan INFP cenderung terjebak overthinking, memori emosional, serta idealisasi hubungan atau mantan, sehingga perpisahan terasa lebih lama diproses.

  • ENFJ dan ESFJ sulit pulih karena kerap menyalahkan diri, kehilangan rutinitas, kehadiran pasangan, serta rasa stabilitas dan validasi dalam hubungan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Lima tipe MBTI—INFJ, ISFJ, INFP, ENFJ, dan ESFJ—disebut cenderung lebih sulit move on setelah putus cinta karena keterikatan pada komitmen, kenangan, rutinitas, atau rencana masa depan.
  • Who?
    Individu dengan tipe kepribadian INFJ, ISFJ, INFP, ENFJ, dan ESFJ menjadi kelompok yang dibahas dalam kaitannya dengan proses pemulihan setelah perpisahan.
  • Where?
    Pembahasan tidak merujuk pada lokasi kejadian tertentu; fokusnya berada pada pengalaman emosional individu setelah hubungan asmara berakhir.
  • When?
    Kesulitan move on digambarkan terjadi setelah putus cinta dan dapat berlangsung berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, bergantung pada proses pemulihan masing-masing individu.
  • Why?
    INFJ berduka atas masa depan ideal, ISFJ terpicu memori emosional, INFP terikat narasi romantis, ENFJ menyalahkan diri sendiri, sedangkan ESFJ kehilangan rutinitas dan rasa dibutuhkan.
  • How?
    Keterikatan tersebut muncul melalui overthinking, nostalgia yang dipicu detail keseharian, idealisasi mantan, upaya mempertahankan hubungan, serta kehilangan stabilitas komunikasi dan rutinitas bersama pasangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Lima tipe MBTI yang disebut susah melupakan mantan adalah INFJ, ISFJ, INFP, ENFJ, dan ESFJ. INFJ sedih karena rencana masa depan hilang. ISFJ ingat tempat, lagu, dan makanan. INFP ingat kisah cinta indah. ENFJ menyalahkan diri. ESFJ kehilangan rutinitas bersama pasangan. Mereka semua butuh waktu untuk pulih.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Memahami kecenderungan emosional dalam tiap tipe MBTI dapat memberi ruang yang lebih berbelas kasih bagi orang yang sedang patah hati. Artikel ini menunjukkan bahwa sulit move on sering berakar pada kedalaman komitmen, kenangan, rutinitas, dan harapan, sehingga proses menerima rasa sakit dapat dipandang sebagai bagian wajar dari pemulihan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa terjebak pada bayang-bayang masa lalu hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah perpisahan? Bagi kamu, momen putus cinta memang selalu terasa berat. Namun, ada kalanya rasa sakit itu bertahan jauh lebih lama di saat orang lain sudah bisa tertawa dan melanjutkan hidup dengan santai.

Keresahan ini bukan tanpa alasan psikologis. Berdasarkan fungsi kognitifnya, ada beberapa tipe MBTI yang memang sangat terikat pada komitmen, kenangan manis, serta visi masa depan yang sempat dirancang bersama. Yuk, simak lima tipe MBTI yang paling susah move on saat patah hati!

1. INFJ (The Advocate): Berduka atas Hilangnya Masa Depan Ideal

ilustrasi cowok infj (pexels.com/George Frewat)

Sosok INFJ menempati urutan paling atas karena mereka sangat selektif dan jarang membuka pintu hati untuk sembarang orang. Saat berpacaran, mereka berinvestasi secara emosional dan mental untuk komitmen jangka panjang.

Proses move on INFJ terasa sangat melelahkan karena pikiran mereka terus menganalisis kesalahan yang terjadi (overthinking). Mereka tidak hanya merindukan sosoknya, melainkan berduka atas hancurnya rencana masa depan yang sudah disusun rapi. Namun, jika INFJ sudah melancarkan taktik Doorslam (memutus akses total), mereka tidak akan pernah kembali lagi.

2. ISFJ (The Defender): Terjebak Memori Emosional dan Zona Nyaman

ilustrasi ISFJ, si penyayang yang mengutamakan hubungan (pexels.com/Josh Willink)

Pemilik kepribadian ISFJ dikendalikan oleh fungsi Introverted Sensing (Si) yang sangat kuat. Hal ini membuat mereka menyimpan ingatan emosional secara sangat tajam terhadap detail peristiwa masa lalu.

Mereka kesulitan move on karena aroma makanan, sudut tempat cafe, hingga lagu tertentu bisa dengan mudah memicu kembali memori manis bersama mantan. Perpisahan bagi ISFJ terasa bagaikan kehilangan zona nyaman serta rutinitas harian yang sudah dipelihara dengan penuh kehangatan.

3. INFP (The Mediator): Merindukan Narasi Indah di Dalam Kepala

ilustrasi orang dengan kepribadian INFP (pexels.com/John Diez)

Sebagai sosok idealis dan penuh perasaan, INFP memiliki kecenderungan untuk mendewakan sosok pasangan serta ikatan cinta mereka.

Saat perpisahan melanda, INFP tidak hanya kehilangan orangnya, melainkan juga kehilangan pola narasi romantis yang indah di dalam imajinasi mereka. Mereka kerap terjebak dalam siklus nostalgia, di mana pikiran hanya mengingat versi terbaik sang mantan sembari mengabaikan alasan riil mengapa hubungan tersebut akhirnya kandas.

4. ENFJ (The Protagonist): Merasa Gagal Menyelamatkan Hubungan

ilustrasi kepribadian ENFJ. (pexels.com/Yan Krukau)

Meskipun berkarakter ekstrovert, sosok ENFJ memiliki ikatan emosional yang sangat dalam terhadap keberlangsungan sebuah komitmen. Mereka adalah sosok penyembuh yang selalu mengupayakan segala cara demi memperbaiki hubungan yang retak.

Ketika perpisahan tidak lagi terelakkan, ENFJ cenderung menyalahkan diri sendiri dan merasa gagal karena tidak mampu mempertahankan hubungan tersebut. Mereka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyadari bahwa tidak seluruh hal berada di bawah kendali pribadi.

5. ESFJ (The Consul): Terpukul akibat Runtuhnya Identitas Sosial

Ilustrasi ESFJ (Unsplash/LinkedIN Sales Solution)

Bagi ESFJ, hubungan asmara merupakan pilar utama dari rencana hidup dan identitas sosial mereka. Mereka sangat menggantungkan kenyamanan pada stabilitas serta validasi dari pasangan.

Peristiwa putus cinta membuat dunia ESFJ yang teratur seketika runtuh. Mereka sangat susah move on bukan sekadar karena perasaan sayang, melainkan karena kehilangan kehadiran fisik, rutinitas komunikasi harian, serta rasa dibutuhkan yang biasa didapatkan dari pasangan.

Dinamika Psikologis MBTI yang Sulit Move On

Tipe MBTI

Penyebab Utama Susah Move On

Sifat Respons Pascaputus

INFJ

Kehilangan visi masa depan ideal & overthinking

Berduka mendalam hingga melancarkan doorslam

ISFJ

Terikat memori emosional tajam & zona nyaman

Terpicu ingatan dari tempat, lagu, & aroma

INFP

Hancurnya narasi cinta idealis di imajinasi

Terjebak siklus nostalgia & mengingat kebaikan

ENFJ

Merasa gagal menyelamatkan hubungan

Cenderung menyalahkan diri sendiri

ESFJ

Kehilangan identitas sosial & rutinitas

Merindukan kehadiran fisik & rasa dibutuhkan

Memahami alasan ilmiah di balik lamanya proses pemulihan hati membantu kamu untuk tidak terlalu menghakimi diri sendiri. Setiap orang memiliki tempo penyembuhan emosional yang berbeda, dan menerima rasa sakit adalah langkah awal untuk benar-benar pulih.

Apakah tipe MBTI kamu atau mantanmu masuk ke dalam daftar yang paling susah move on ini? Tulis pengalamanmu di kolom komentar dan bagikan artikel ini ke teman-temanmu, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article