ilustrasi orang sedang bertelepon (pexels.com/Armin Rimoldi)
Menghadapi mantan yang ingin sekali balikan menjelang ramadan, memang menyentuh hati, apalagi kalau kamu juga masih ada sedikit rasa mencintai. Akan tetapi, semua kembali lagi padamu, jika memang sudah yakin gak ingin kembali menjadi pasangannya, beri dia dukungan supaya tenang menyambut ramadan.
Bagaimana mendukungnya? Kurangi berkomunikasinya, biarkan dia memiliki waktu menyendiri sambil mencari kelegaan hati. Bukan tega, tetapi demi kebaikan bersama. Beberapa hari sebelum bulan suci ini, salinglah menyendiri sambil merenungi dan mensyukuri segala kondisi yang terjadi, termasuk untuk gak lagi berhubungan asmara.
Dengan putusnya juga komunikasi di antara kalian, kamu dan mantan akan memiliki waktu tenang sambil perlahan menerima kenyataan, sehingga saat hari pertama puasa, kalian sudah ikhlas dengan status yang ada.
Hadapi segala sesuatu dengan santai, termasuk ketika mantan mengajakmu balikan menjelang ramadan. Gak perlu sedih akan berbuka dengan siapa, kan masih ada keluarga, teman, bahkan sambil berkenalan dengan orang baru yang bisa jadi gebetanmu. Jika kamu terpaksa balikan hanya karena iba, nyamankah beribadah puasanya? Menjalani sesuatu tanpa ketulusan dan kejujuran, tentu akan mengganjal di hati. Selamat berpuasa, tenang dan rileks saja.