Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Tanda Match di Dating App Sebenarnya Sudah Punya Pasangan, Awas Kena TIpu!

Kota Semarang
4 min read
6 Tanda Match di Dating App Sebenarnya Sudah Punya Pasangan, Awas Kena TIpu!
ilustrasi kencan (pexels.com/Ruly Nurul Ihsan)
  • Artikel menyoroti ketidakjujuran di aplikasi kencan, ketika sebagian pengguna yang sudah berpasangan mencari validasi instan, sensasi, atau pelarian secara digital.

  • Tanda mencurigakan meliputi komunikasi yang hanya aktif pada waktu tertentu, penolakan telepon atau video call spontan, serta akun media sosial yang sangat privat atau anonim.

  • Indikator lain mencakup menghindari tempat umum, membatasi obrolan emosional dan komitmen, serta bersikap sangat protektif terhadap ponsel saat bertemu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menemukan teman obrolan yang seru dan nyambung di aplikasi kencan memang selalu berhasil bikin suasana hati melambung. Sayangnya, tidak semua orang datang dengan niat yang tulus. Tidak sedikit yang memanfaatkan kepraktisan platform digital ini untuk mencari pelarian, padahal sebenarnya mereka sudah terikat komitmen hubungan atau bahkan sudah memiliki pasangan di dunia nyata.

Sebelum perasaan tertanam makin dalam dan berakhir dengan kekecewaan, sangat penting untuk tetap rasional. Cermati beberapa tanda perilaku serta sinyal psikologis berikut agar terhindar dari jebakan perselingkuhan digital!

  1. 1. Pola Komunikasi Sangat Terjadwal dan Kaku

    Ilustrasi kencan
    Ilustrasi kencan (pexels.com/Kuiyibo Campos)

    Teman ngobrol kamu hanya aktif dan responsif pada jam-jam tertentu yang sangat spesifik, misalnya pada saat jam kerja atau larut malam? Uniknya, begitu memasuki akhir pekan atau hari libur nasional, mereka mendadak hilang tanpa kabar sama sekali.

    Pola ini menunjukkan adanya pembatasan ruang gerak. Pada hari libur atau malam hari, fokus mereka harus terbagi penuh untuk menjaga keberadaan ponsel agar rahasianya tidak terbongkar oleh pasangannya di rumah.

  2. 2. Menolak Keras Panggilan Telepon Spontan

    Ilustrasi kencan
    Ilustrasi kencan (pexels.com/cottonbro studio)

    Setiap kali diajak panggilan suara atau video call secara mendadak, selalu muncul seribu alasan seperti sinyal jelek, sibuk, atau berada di sekitar keluarga. Komunikasi hanya bisa terjadi lewat panggilan telepon jika mereka yang memulainya terlebih dahulu.

    Sikap ini dipicu oleh ketakutan bahwa keberadaan pasangan asli di sekitar mereka akan memicu kebohongan terbongkar. Penolakan panggilan spontan merupakan bentuk kontrol ketat agar latar suara atau visual tidak membocorkan status mereka.

  3. 3. Akun Media Sosial Sangat Privat atau Anonim

    ilustrasi cara kencan yang eco-friendly
    ilustrasi cara kencan yang eco-friendly (pexels.com/Muhammad Rasyad Indra Putra)

    Saat diajak bertukar akun Instagram atau media sosial lain, alasan yang keluar biasanya adalah tidak aktif bermain sosmed. Kalaupun diberikan, akunnya terlihat seperti ghost account yang sangat privat, minim foto wajah, atau melarang tindakan tagging dalam bentuk apa pun.

    Taktik ini digunakan untuk memisahkan kehidupan digital rahasia dengan dunia nyata. Dengan membatasi akses jejaring sosial, lingkaran pertemanan maupun pasangan asli mereka tidak akan mendeteksi keberadaan kamu.

  4. 4. Menghindari Tempat Umum saat Kencan Pertama

    ilustrasi kencan seru sambil thrifting
    ilustrasi kencan seru sambil thrifting (pexels.com/cottonbro studio)

    Ketika akhirnya menyepakati jadwal pertemuan, pilihan lokasinya selalu jatuh pada tempat sepi, terpencil, di luar kota, atau malah langsung ke area privat seperti apartemen. Mereka akan memperlihatkan gestur cemas jika diajak mendatangi kafe populer atau mal di pusat kota.

    Dorongan kecemasan ini lahir dari rasa takut tertangkap basah (fear of exposure). Otak mereka berada dalam kondisi hyper-vigilant karena panik jika tidak sengaja berpapasan dengan kerabat, teman, atau pasangan sah di tempat umum.

  5. 5. Membatasi Kedekatan Emosional secara Ketat

    Ilustrasi kencan
    Ilustrasi kencan (pexels.com/iam luisao)

    Obrolan saat bertemu mungkin terasa manis, penuh dengan candaan mesra, atau topik kasual yang seru. Namun, ketika topik percakapan mulai mengarah ke kedekatan emosional, masa depan, atau komitmen hubungan, respons mereka mendadak dingin dan mengalihkan pembicaraan.

    Kondisi ini terjadi karena tujuannya menggunakan aplikasi kencan hanyalah untuk memburu sensasi serta pemuas ego. Mereka sengaja membentengi diri agar tidak ada tuntutan komitmen yang memang tidak sanggup mereka penuhi.

  6. 6. Ponsel Selalu Ditelungkupkan saat Bertemu

    ilustrasi kencan pertama
    ilustrasi kencan pertama (unsplash.com/graphic mu)

    Cobalah perhatikan posisi ponsel saat kamu duduk bersama. Layar ponsel tidak pernah dihadapkan ke atas, selalu diset dalam mode senyap, atau terus disimpan rapat di dalam saku celana. Mereka juga langsung panik jika kamu tidak sengaja melirik layar saat ada panggilan masuk.

    Gerakan refleks menelungkupkan ponsel ini menjadi bukti fisik adanya informasi yang disembunyikan. Otak bawah sadar mereka bersiap mengantisipasi munculnya notifikasi romantis atau panggilan dari pasangan asli yang bisa membongkar kebohongan dalam sekejap.

    Jika mendapati tiga atau lebih dari tanda-tanda di atas pada match kamu, percayalah pada intuisi dan jangan ragu untuk menanyakan status hubungan secara langsung. Jika jawabannya berbelit-belit, segera ambil jarak dan tinggalkan demi melindungi diri sendiri.

    Apakah kamu pernah menemukan ciri-ciri mencurigakan ini dari orang yang ditemui di aplikasi kencan? Tulis pengalaman kamu di kolom komentar dan bagikan artikel ini ke teman-teman agar makin waspada!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More