Menurut Suyamto, kebocoran data tersebut terjadi karena ada folder API yang dibuat admin Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sukoharjo yang kebetulan belum selesai terpasang pasword dengan benar.
"Folder API yang dibuat admin OPD yang kebetulan belum selesai APInya. Belum terpasang pasword dengan benar. Sehingga bisa dibobol dengan hacker tadi. Akan tetapi hacker cuma mengambil data dari API database, tidak masuk ke server kita," jelasnya.
Kejadian diakui terjadi pada sore hari menjelang malam. Pihaknya pun baru mengetahui adanya peretas sekitar pukul 20.00 WIB.
"Kita detect sekitar jam 8 an malam. Kemudian kita mulai tahu jam 9-10, Lalu kita tangani dini hari pagi tadi sudah selesai. Tahunya ada yang dari twitter, ada juga dari tim CISRT, temen temen tim dinas kominfo yang kita launching hari selasa kemarin. Itukan terhubung dengan tim CISRT-nya provinsi," ungkapnya.