Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_8681.jpg
Seorang perempuan mengambil botol tambler yang ketinggalan di Stasiun Tawang Semarang. (IDN Times/Dok Humas Daop 4 Semarang)

Semarang, IDN Times - Selama 2025, KAI Daop 4 Semarang berhasil mengamankan 650 barang milik penumpang kereta api yang tertinggal.

Apabila dihitung secara seksama, nilai barang yang tertinggal di sejumlah stasiun sebanyak Rp833.704.500.

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan barang tertinggal tersebut ditemukan baik di dalam kereta api maupun di area stasiun dan semuanya diamankan serta ditangani sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“KAI menyediakan layanan lost and found untuk membantu penumpang kereta api menemukan kembali barang-barang yang tertinggal selama melakukan perjalanan kereta api. Namun demikian, layanan tersebut bersifat fasilitatif, sehingga tanggung jawab atas barang bawaan tetap berada pada masing-masing penumpang,” ujar Luqman.   

Luqman melanjutkan, dari total tersebut penanganan barang tertinggal paling banyak dilakukan di Stasiun Tawang dengan jumlah 493 barang.

Rinciannya, 384 barang ditemukan di dalam kereta api dan 109 barang ditemukan di area stasiun, dengan nilai taksiran mencapai Rp536.484.500.

Selain itu, di Stasiun Semarang Poncol, KAI Daop 4 Semarang mencatat penanganan barang tertinggal sebanyak 96 barang, yang terdiri dari 53 penemuan di dalam kereta api dan 43 penemuan di stasiun, dengan nilai taksiran sebesar Rp107.445.000.

Sementara di Stasiun Tegal, petugas mengamankan 61 barang tertinggal, yang terdiri dari 47 penemuan di dalam kereta api dan 14 penemuan di stasiun, dengan nilai taksiran mencapai Rp189.775.000.

"Barang-barang yang ditemukan sangat beragam, mulai dari tas, telepon genggam (HP), tablet, tumbler, hingga barang pribadi lainnya yang memiliki nilai ekonomi maupun nilai penting bagi pemiliknya," kata Luqman.

Editorial Team