Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin (kanan) saat menghadiri Inspiring Talkshow bertajuk “Kartini Menginspirasi: Berjiwa Independen, Teguh Berintegritas” di Pendopo Museum R.A. Kartini, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Senin (20/4/2026). (Dok. Pemprov Jateng)
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin mengajak kaum perempuan menghidupkan kembali nyala perjuangan Kartini. Sosok pahlawan nasional itu terbukti memiliki visi melampaui zamannya, salah satunya dengan mendirikan sekolah perempuan pertama di Semarang pada tahun 1912.
Kartini, imbul Nawal, juga memiliki dimensi religiositas yang kuat. Ia aktif belajar agama kepada Kiai Soleh Darat, yang pada akhirnya mendorong lahirnya kitab tafsir Al-Qur’an Faidur Rahman.
"Perempuan itu bukan hanya berilmu, harus memiliki karakter yang baik. Perempuan juga perlu memiliki spiritualitas yang baik," ucap istri Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Merespons persoalan sosial kekinian, Nawal mendorong perempuan untuk bertindak sebagai pelindung sesama. Nilai perjuangan Kartini sangat relevan untuk diwujudkan melalui aksi nyata, di antaranya:
Memerangi kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Menolak praktik poligami.
Konsisten menyuarakan isu kesetaraan gender.
Ia juga berpesan agar perempuan Jawa Tengah terus berkontribusi dalam pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.