Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260112-WA0032.jpg
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen saat menjamu Kepala Kanwil Kemenhaj Jateng Fitriyanto di ruang kerjanya. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Intinya sih...

  • 81% calhaj Jateng berangkat dari Solo

  • 25 kloter calhaj berangkat dari YIA

  • Kloter pertama bergerak April 2026

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Tengah memastikan proses pemberangkatan calon jemaah haji (calhaj) mulai tahun 2026 dibagi dua lokasi. 

Kepala Kanwil Kemenhaj Jateng Fitriyanto menekankan ada total 34.122 calhaj yang sudah melunasi pembayaran biaya haji, sekitar 81 persen di antaranya akan berangkat ke Tanah Suci Makkah melalui Embarkasi Donohudan Solo. 

Sedangkan sisa calhaj berangkat dari Bandara YIA Kulonprogo. 

"Untuk Jawa Tengah dan DIY yang sebelumnya melalui Embarkasi Solo di Asrama Haji Donohudan, tahun ini akan dibagi menjadi dua. Sekitar 81 persen jemaah akan tetap berangkat melalui Embarkasi Solo, sementara sisanya atau sekitar 25 kloter akan diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA)," terangnya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Senin (12/1/2026). 

Untuk pemberangkatan haji dari embarkasi YIA, menurutnya fasilitas asrama haji akan memanfaatkan hotel yang telah disiapkan, yakni Hotel Ibis dan Novotel. 

Maskapai yang digunakan tetap Garuda Indonesia dengan tipe pesawat Airbus A330. Dengan kapasitas sekitar 360 penumpang.

Terkait jadwal keberangkatan, kloter pertama jemaah haji Jawa Tengah dijadwalkan mulai bergerak pada April 2026.

“Insyaallah, keberangkatan kloter pertama akan dimulai pada 21 April 2026 menuju Solo atau pun ke Yogyakarta, dan pada 22 April 2026 akan diberangkatkan ke Arab Saudi," kata Fitri. 

Lebih jauh lagi, ia mengatakan, kuota haji di wilayahnya terdiri dari haji reguler, prioritas lansia, pembimbing KBIHU, serta Petugas Haji Daerah dari Provinsi Jawa Tengah.

Hingga kini calon jemaah yang sudah melakukan pelunasan biaya haji sudah melampuai kuota. Sampai Januari 2026, jumlah jemaah yang melakukan pelunasan sudah mencapai 34.518 orang, atau sekitar 102 persen dari kuota.

“Sehingga, Insyaallah kuota jemaah haji Jawa Tengah dapat diberangkatkan 100 persen, sepanjang tidak ada kendala seperti jemaah yang sakit, mundur dan sebagainya,” terangnya.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menegaskan, kenaikan kuota harus diimbangi dengan kesiapan layanan yang lebih baik, agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan.

“Kami harap penyelenggaraan 2026 bisa lebih baik lagi, dan kami yakin akan lebih baik,” katanya. 

Editorial Team