Semarang, IDN Times - Sejumlah kantor Samsat wilayah Semarang tetap mematok target raihan pajak kendaraan yang tinggi meski banyak masyarakat yang keberatan dengan beban tarif opsen.
Di kantor Samsat UPPD Semarang 2 Srondol misalnya, pendapatan pajak kendaraan selama 2026 ditargetkan mencapai Rp240 miliar.
Pratisto Nugroho, Kasi Pelayanan Pajak Daerah UPPD Semarang 2 Srondol mengatakan dengan adanya target raihan pajak tahun ini, pihaknya tetap berusaha mengedukasi para wajib pajak dengan meningkatan pemahaman membayar pajak yang tepat waktu.
"Kami selalu memberitahukan kalau manfaat opsen pajak sebenarnya untuk membiayai pembangunan di setiap daerah. Setiap hari kita diminta real time menyetorkan pendapatan opsen kepada masing-masing kabupaten kota. Kemudian wajib pajak memang belum sepenuhnya yang belum mengetahui. Apalagi kalau tahun 2025 kemarin ada relaksasi, dan saat tahun ini sudah jatuh tempo (bayar pajak) jadi kaget (pas ada tarif opsen)," kata Tito sapaan akrabnya, Kamis (19/2/2026).
Beban tarif opsen membuat pajak kendaraan mengalami kenaikan 13 persen ketimbang tahun kemarin. Sebagai contoh, pajak mobil yang tadinya Rp1,6 juta, ketika ditambah beban opsen, tarif keseluruhan meningkat menjadi lebih dari Rp2 juta.
Untuk itu, pihaknya mengaku tidak terlalu muluk-muluk mengejar target raihan pajak tahun ini. Sebab, juga disadari bahwa kondisi perekonomian masyarakat kini belum stabil. Sedangkan keseluruhan terdapat 14 ribu wajib pajak di wilayah Samsat Srondol. Untuk pemasukan pembayaran pajak kendaraan per Februari 2026 mencapai Rp8 miliar.
Berkaca pada kinerja tahun kemarin, pihaknya baru merealisasikan capaian pajak kendaraan sekitar 93,2 persen.
"Target kami mudah-mudahan yang bayar tahun kemarin ya tetap bayar untuk tahun ini. Kami tidak muluk-muluk harus 100 persen, yang penting tetap bisa bayar secara rutin," ungkapnya.
Lebih lanjut lagi, adanya beban tarif opsen pajak, pihaknya menemukan sejumlah warga menunda membayar pajak.
Penurunan aktivitas membayar pajak pun terjadi dua bulan terakhir. "Kita ada penurunan dua bulan sekitar 0,1 persen. Atau sekitar 70 WP. Tapi kesadaran wajib pajak saya rasa di wilayah Banyumanik sekitarnya masih oke," bebernya.
