Ilustrasi pertunjukan teater (instagram.com/titimangsafoundation)
Sebagai Ibukota Jateng, Kota Semarang sendiri masih mempertahankan panggung teater. Menurutnya eksistensi teater masih bisa dilihat dari geliatnya di beberapa kampus yang mempunyai jurusan seni.
Selain itu, sejumlah sanggar dan komunitas pegiat seni ketoprak pun masih tetap dipertahankan eksistensinya.
Sejalan dengan hal tersebut, katanya Pemkot Semarang masih sering menyelenggarakan acara pentas seni teater yang melibatkan segala unsur mulai Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang menggandeng sanggar teater di kampus dan pegiat seni lokal.
"Setiap pagelaran ketoprak, wayang orang, atau teater di era kekinian sebaiknya lebih menonjolkan mengangkat tema yang menarik, memunculkan figur idola, menggunakan inovasi teknologi yang update. Dan juga mengemas acaranya yang menarik seperti konsepnya tayangan Opera Van Java (OVJ) yang dulu," paparnya.