Magelang, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah strategis untuk memperkuat struktur dan daya saing industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Langkah itu diwujudkan melalui persetujuan penggabungan PT BPR Mulyo Lumintu ke dalam PT BPR Danarakyat Sentosa.
Keputusan perizinan tersebut tertuang dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-75/D.03/2026 tertanggal 8 Oktober 2026. Penyerahan surat keputusan berlangsung di Kantor OJK Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (13/10) kepada pengurus BPR yang berkedudukan di Kabupaten Magelang tersebut.
Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo menjelaskan, konsolidasi itu merupakan upaya membangun industri yang lebih sehat, tangguh, dan berdaya saing melalui penguatan struktur kelembagaan, permodalan, serta tata kelola usaha.
"Dengan kelembagaan dan permodalan yang bertambah kuat, BPR diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penyaluran pembiayaan kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM, sekaligus menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan," papar Hidayat dilansir keterangan resminya, Jumat (16/10/2026).
Sebelum merestui aksi korporasi ini, OJK mengevaluasi dengan komprehensif secara ketat. Aspek penilaian mencakup kelayakan permodalan, tata kelola perusahaan, manajemen risiko, kinerja keuangan, kesiapan operasional, hingga standar pelindungan konsumen.
Pascapenggabungan efektif, seluruh hak dan kewajiban PT BPR Mulyo Lumintu otomatis beralih kepada PT BPR Danarakyat Sentosa. Proses transisi ini wajib berpegang teguh pada prinsip pelindungan konsumen, sehingga layanan perbankan tetap berjalan normal dan pemenuhan hak maupun kewajiban nasabah terjamin sepenuhnya.
OJK terus mendorong transformasi industri BPR agar siap menghadapi dinamika ekonomi pada tingkat global maupun regional. Tantangan eksternal seperti perkembangan teknologi dan perubahan preferensi masyarakat menuntut BPR untuk cepat beradaptasi di tengah iklim persaingan yang lebih ketat.
Pada ranah internal, setiap BPR harus memperkuat permodalan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengoptimalkan manajemen risiko demi menjaga keberlanjutan bisnis. Melalui serangkaian penguatan itu, BPR diharapkan terus berkontribusi dalam memperluas akses keuangan bagi sektor UMKM dan memacu roda perekonomian nasional.
