Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Antisipasi Banjir Lebih Besar, Warga Banyumas Swadaya Bangun Drainase

Kab. Banyumas
2 min read
Antisipasi Banjir Lebih Besar, Warga Banyumas Swadaya Bangun Drainase
Antisipasi banjir lebih besar, warga di Desa Tinggarjaya langsung swadaya dan gotong royong perbaiki jalan setapak dan saluran air, Minggu (1/11/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
  • Hujan dari Sabtu malam hingga Minggu pagi memicu banjir setinggi sekitar 30 sentimeter yang merendam sedikitnya 10 rumah di belakang SD Negeri 1 Tinggarjaya.

  • Genangan terjadi karena saluran pembuangan menuju sungai tersumbat, sehingga air tertahan dan meluap ke permukiman warga RT 6 RW 6 Desa Tinggarjaya.

  • Warga membangun saluran air dan jalan secara gotong royong tanpa keterlibatan pemerintah desa untuk memperlancar aliran serta mengurangi risiko banjir saat hujan deras kembali turun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

BANYUMAS, IDN TIMES – Mengantisipasi potensi banjir lebih besar saat hujan deras kembali mengguyur wilayah mereka, warga RT 6 RW 6 Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, berinisiatif membangun saluran air dan jalan secara swadaya, Minggu (1/11/2026).

Langkah gotong royong tersebut dilakukan setelah sebelumnya 10 rumah warga di kawasan belakang SD Negeri 1 Tinggarjaya terendam banjir pada Sabtu (31/10/2026). Ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter akibat tersumbatnya saluran pembuangan menuju sungai.

Warga khawatir kejadian serupa kembali terulang, terlebih jika hujan deras berlangsung dalam waktu lama dan aliran air tidak dapat tertampung dengan baik.

  1. 1. Sepuluh rumah terendam akibat saluran air tersumbat

    Ali Maruf, warga dan pengurus RT, menjelaskan perbaikan saluran di RT 6 RW 6 yang didanai swadaya warga.
    Ali Maruf, warga sekaligus pengurus RT sebut bahwa sebelumnya terjadi genangan air di RT 6 RW 6 sehingga warga sekitar inisiatif perbaiki dengan dana swadaya, Minggu (1/11/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Banjir terjadi setelah hujan mengguyur wilayah Tinggarjaya sejak Sabtu (31/10/2026) pukul 19.00 WIB hingga Minggu (1/11/2026) pukul 05.00 WIB.

    Genangan mulai muncul sekitar pukul 23.00 WIB dan merendam sedikitnya 10 rumah warga. Ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter.

    Ali, salah seorang warga, mengatakan penyebab utama genangan adalah tersumbatnya saluran pembuangan air menuju sungai.

    Akibatnya, air yang seharusnya mengalir ke sungai justru tertahan dan meluap ke kawasan permukiman.

  2. 2. Warga bergotong royong membangun saluran secara swadaya

    Warga menggunakan pipa paralon untuk mengalirkan air ke lokasi lebih rendah menuju Sungai Tajum pada Minggu, 1 November 2026.
    Dengan menggunakan pipa paralon warga berusaha membuat aliran air agar lancar menuju ketempat yang lebih rendah menuju Sungai Tajum, Minggu (1/11/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Belajar dari kejadian tersebut, warga berinisiatif membenahi saluran air agar aliran menuju sungai lebih lancar.

    Pembangunan saluran dilakukan secara swadaya melalui gotong royong masyarakat. Inisiatif tersebut muncul dari kepedulian warga terhadap kondisi lingkungan yang rawan tergenang ketika hujan deras.

    Pembangunan dilakukan atas inisiatif masyarakat tanpa melibatkan pemerintah desa.

  3. 3. Cegah banjir berulang saat hujan deras kembali turun

    Warga bergotong royong membuat jalan setapak menggunakan adukan semen di lingkungan permukiman pada Minggu.
    Selain saluran air, warga juga bergotong royong membuat jalan setapak dengan adukan cor semen, Minggu (1/11/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Bagi warga, pembenahan saluran air menjadi langkah antisipasi agar genangan tidak kembali meluas dan merendam lebih banyak rumah apabila hujan deras kembali terjadi.

    Selain pembangunan saluran, pemeliharaan drainase secara berkala juga diperlukan untuk memastikan tidak ada sumbatan yang menghambat aliran air.

    Warga berharap upaya swadaya tersebut dapat membantu mengurangi risiko banjir di lingkungan RT 6 RW 6, khususnya kawasan permukiman di belakang SD Negeri 1 Tinggarjaya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More