Semarang, IDN Times – Meski menunjukkan penurunan tipis dibandingkan hari sebelumnya, arus mudik yang masuk ke Jawa Tengah melalui Gerbang Tol (GT) Kalikangkung tetap berada di level tertinggi pada Kamis (19/3/2026). Data terbaru mencatat lebih dari 27.800 kendaraan telah melintas hanya dalam kurun waktu sembilan jam.
Kepala Pospam GT Kalikangkung, AKP Dimas Arief Wicaksono, mengungkapkan bahwa tekanan arus dari arah barat (Jakarta) masih sangat terasa. "Trafik pemudik masih relatif tinggi. Meskipun ada selisih sekitar 500 kendaraan dibandingkan periode yang sama pada Rabu lalu, intensitasnya tetap padat terkendali," jelasnya.
Analisis data menunjukkan bahwa kepadatan tidak terbagi rata, melainkan memuncak pada siang hari. Antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, volume kendaraan konsisten menembus angka 3.200 hingga 3.500 unit per jam. Lonjakan tertinggi terjadi sebelum tengah hari dengan catatan 3.538 kendaraan dalam satu jam saja.
Guna mencegah antrean panjang di gerbang pembayaran, pihak pengelola tol telah mengaktifkan kapasitas maksimal infrastruktur:
21 Gardu Operasional: Terdiri dari 12 gardu utama dan 9 gardu satelit tambahan.
Perpanjangan One Way: Rekayasa satu arah yang semula direncanakan terbatas, kini resmi diperpanjang hingga Simpang Susun Salatiga (KM 459) untuk mengurai beban kendaraan yang menumpuk di area Semarang.
Hingga Kamis sore, sistem One Way nasional dari arah Jakarta masih terus diberlakukan guna memastikan kelancaran arus menuju Solo dan Surabaya. Petugas mengimbau pemudik untuk tetap waspada terhadap titik lelah setelah melewati Kalikangkung, mengingat arus di jalur setelah Semarang menuju Salatiga kini menjadi titik pertemuan volume kendaraan yang sangat besar.
