Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20260125-WA0113.jpg
Sarasehan Nasional Keilmuan Dakwah antara asosiasi profesi dai dan kampus IsIam di Hotel Mahima, Kota Semarang, Minggu (25/1/2026). (IDN Times/Fariz Fardianto)

Intinya sih...

  • Asosiasi Profesi Dai Islam Indonesia (APDII) menekankan pentingnya penguatan fondasi keilmuan dakwah sebagai basis pengembangan program studi di PTKI.

  • Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Nizar Ali menyoroti agenda strategis, termasuk evaluasi substansi studi dakwah dan peningkatan daya saing lulusan.

  • Ketua Forum Dekanat Dakwah dan Komunikasi (FORDAKOM), Prof Hasan, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme peserta lintas wilayah dalam sarasehan nasional ini.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Akademisi dan Profesi Dai Islam Indonesia (APDII) mengimbau kepada kampus-kampus islam yang memiliki progam studi dakwah supaya jangan menyimpang dari standar keilmuan yang ada selama ini. 

Sebaliknya, prodi dakwah perlu menguatkan kualitas keilmuan terutama bisa mengembangkan pembelajaran di kelas. 

Hal tersebut mengemuka saat Sarasehan Nasional Keilmuan Dakwah di Hotel Mahima, Kota Semarang, Minggu (25/1/2026). 

Ketua APDII, Prof Sulthon menekankan pentingnya penguatan fondasi keilmuan dakwah sebagai basis pengembangan program studi di PTKI.

“Tujuan utama pertemuan ini menjembatani potensi para penyusun dan penerus dakwah melalui penguatan body of knowledge keilmuan dakwah. APDII berkomitmen mengawal pengembangan program studi agar tetap berada pada jalur akademik yang kokoh dan tidak menyimpang dari karakter keilmuan dakwah,” kata Sulthon dalam keterangan yang diterima IDN Times. 

Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Nizar Ali menyoroti sejumlah agenda strategis yang perlu menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan dakwah di PTKI.

“Evaluasi substansi studi dakwah, penguatan kolaborasi antar-PTKI, akselerasi sistem pembelajaran, serta peningkatan daya saing lulusan merupakan agenda penting yang harus terus dikawal,” ungkapnya.

Ia juga bilang adanya penegasan peran ma’had, penguatan epistemologi keilmuan dakwah, serta pengembangan takhasus dan skema beasiswa sebagai bagian dari strategi besar peningkatan kualitas pendidikan dakwah nasional.

Ketua Forum Dekanat Dakwah dan Komunikasi (FORDAKOM), Prof Hasan, menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme peserta lintas wilayah. 

Ia menuturkan bahwa sarasehan nasional ini merupakan forum penting untuk memperkuat arah dan peta jalan keilmuan dakwah di Indonesia.

“Forum ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah-langkah pengembangan Program Studi Dakwah agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, tantangan sosial, serta kebutuhan umat dan masyarakat,” ujar Hasan.

Melalui Sarasehan Nasional Keilmuan Dakwah ini, FORDAKOM dan APDII diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi strategis bagi penguatan keilmuan dakwah, sekaligus memperkuat sinergi antar kampus IsIam.

Editorial Team