RM Ayam Goreng Widuran ditutup sementara. (IDN Times/ Larasati Rey)
Lebih lanjut, sebagai upaya agar kasus ayam goreng Widuran tak terulang lagi, Respati meminta kepada pelaku usaha kuliner untuk jujur sejak awal berdagang. Ia juga menegaskan jika seluruh komponen makanan harus dijelaskan dengan jelas apakah halal atau tidak.
“Saya mengimbau, mengajak pelaku usaha untuk mendeklarasikan semua makanannya dari awal buka. Yang penting diterangkan sing gede. Ojo mung kremes non-halal, ya intinya rumah makan itu satu kesatuan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Respati mengungkapkan alasa penutupan sementara rumah makan ayam goreng tersebut untuk menjaga kondusifitas karena ramai di media sosial.
“Jadi kemarin kenapa kita imbau untuk penutupan sementara karena sedang kita assessment layak makan atau tidak untuk menjaga kondusifitas. Karena saking gaduhnya kemarin tidak kondusif,” jelasnya.