Semarang, IDN Times - Kualitas udara di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang memburuk akibat paparan asap sisa kebakaran. Berdasarkan pengukuran Dinas Kesehatan Kota Semarang, ancaman riil bagi masyarakat berasal dari tingginya konsentrasi gas Sulfur Dioksida (SO2) serta partikel debu halus PM2.5 dan PM10.
Gas Beracun Kebakaran TPA Jatibarang Ancam Kelompok Rentan dan Warga BSB Semarang

Ancaman Riil Gas SO2 dan Debu Halus
Melansir laman resmi media sosial Pemkot Semarang, kandungan gas SO2 terbukti melampaui baku mutu ambien bahaya (≥150 µg/m³) pada beberapa titik permukiman dan fasilitas umum. Radius 1,9 kilometer dari Lapangan SMAN 7 mencatatkan angka 258,26 µg/m³, lokasi SPPG sebesar 198,83 µg/m³, dan titik terparah di Zona 3 menembus 453,70 µg/m³.
Selain paparan gas SO2, terdapat anomali informasi awal terkait partikel debu. Tabel pengukuran spesifik mencatat konsentrasi debu halus PM2.5 menembus angka 801 µg/m³ dan PM10 sebesar 1.737 µg/m³ di lokasi Zona 3, dengan status Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
Risiko Fatal bagi Kelompok Rentan
Kondisi udara beracun tersebut bukan sekadar kabut asap biasa. Menghirup SO2 dan partikel debu tingkat tinggi berpotensi langsung memicu iritasi saluran pernapasan, batuk parah, dan sesak napas. Ancaman ini berisiko fatal atau memperburuk kondisi medis bagi kelompok rentan, yaitu anak-anak, warga lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta penderita penyakit jantung (kardiovaskular) dan pernapasan bawaan.
Merespons ancaman konkret itu, Dinas Kesehatan mewajibkan langkah mitigasi keselamatan berikut bagi warga sekitar:
Mengenakan masker pelindung saat beraktivitas di luar rumah.
Membatasi frekuensi dan durasi kegiatan di area terbuka.
Mencukupi asupan air minum harian.
Segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat jika merasakan sesak napas atau keluhan pernapasan lainnya.
Warga BSBCity Diminta Tidak Beraktivitas di Luar
Buruknya kualitas udara ini rupanya merambat hingga ke wilayah lain di Semarang, salah satunya di kawasan Danau BSBcity. Berdasarkan data pemantauan pada 4 Oktober pukul 09.00, Indeks Kualitas Udara (AQI) di sekitar danau tersebut menunjukkan angka 161 atau berstatus Tidak Sehat.
Polutan utamanya adalah partikel PM2.5 dengan konsentrasi 70 µg/m³, yang nilainya melonjak 14 kali lipat di atas panduan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Prakiraan kualitas udara harian juga menunjukkan status Tidak Sehat itu berisiko bertahan hingga beberapa hari ke depan.
Menyikapi hal itu, AQI merekomendasikan warga sekitar BSBcity dianjurkan untuk menghindari olahraga luar ruangan, menutup jendela rumah rapat-rapat, serta menyalakan penjernih udara (air purifier) saat berada di dalam ruangan.
Ancaman Asap Tak Kasat Mata dan Bara Tersembunyi
Bahaya polusi ini sejalan dengan temuan langsung di lapangan. Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto menyebutkan, partikel beracun di kawasan tersebut menyebar tanpa selalu terlihat jelas oleh mata telanjang.
“Kalau kita lihat sekilas ini tidak kelihatan. Namun begitu kita sinari, penuh partikel-partikel,” tambah Handi.
Ia juga mengingatkan bahwa sisa kebakaran masih menyimpan bahaya mematikan di bawah permukaan.
"Kalau dilihat kasat mata sebagian memang sudah padam, tapi kalau dari drone thermal itu masih panas di bawah sehingga kalau kena angin rawan kebakar lagi," kata Handi.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Semarang memblokir total akses masuk ke area TPA Jatibarang. Petugas melarang keras warga maupun pemulung untuk mendekati kawasan tersebut demi keselamatan jiwa.
“Karena pusatnya di sini, kita akan lakukan pembatasan di sini. Hanya petugas dan relawan yang bisa masuk khusus untuk pemadaman. Di khusus area yang terbakar memang kita cegah orang mendekat karena itu cukup membahayakan,” ujar Handi.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB