Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gas Beracun Kebakaran TPA Jatibarang Ancam Kelompok Rentan dan Warga BSB Semarang
Petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang memadamkan titik api menggunakan ekskavator di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/10/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
  • Kualitas udara sekitar TPA Jatibarang memburuk pascakebakaran; SO2 di Zona 3 mencapai 453,70 µg/m³, sementara PM2.5 dan PM10 tercatat 801 serta 1.737 µg/m³.

  • Paparan SO2 dan debu tinggi berisiko memicu iritasi, batuk, dan sesak napas, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan pernapasan.

  • Pemkot Semarang menutup akses TPA bagi warga dan pemulung karena bara bawah tanah masih panas; warga diminta memakai masker, membatasi aktivitas luar, dan mencari bantuan medis bila bergejala.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Udara dekat TPA Jatibarang Semarang jadi kotor setelah kebakaran. Ada gas SO2 dan debu kecil yang bisa bikin batuk dan sesak napas. Anak-anak, orang tua, ibu hamil, dan orang sakit harus lebih hati-hati. Warga diminta pakai masker dan jangan dekat lokasi. Jalan masuk TPA sekarang ditutup, hanya petugas boleh masuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Kualitas udara di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang memburuk akibat paparan asap sisa kebakaran. Berdasarkan pengukuran Dinas Kesehatan Kota Semarang, ancaman riil bagi masyarakat berasal dari tingginya konsentrasi gas Sulfur Dioksida (SO2) serta partikel debu halus PM2.5 dan PM10.

Ancaman Riil Gas SO2 dan Debu Halus

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang memadamkan titik api di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/10/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Melansir laman resmi media sosial Pemkot Semarang, kandungan gas SO2 terbukti melampaui baku mutu ambien bahaya (≥150 µg/m³) pada beberapa titik permukiman dan fasilitas umum. Radius 1,9 kilometer dari Lapangan SMAN 7 mencatatkan angka 258,26 µg/m³, lokasi SPPG sebesar 198,83 µg/m³, dan titik terparah di Zona 3 menembus 453,70 µg/m³.

Selain paparan gas SO2, terdapat anomali informasi awal terkait partikel debu. Tabel pengukuran spesifik mencatat konsentrasi debu halus PM2.5 menembus angka 801 µg/m³ dan PM10 sebesar 1.737 µg/m³ di lokasi Zona 3, dengan status Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Risiko Fatal bagi Kelompok Rentan

Foto udara tumpukan sampah yang terbakar di Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/10/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Kondisi udara beracun tersebut bukan sekadar kabut asap biasa. Menghirup SO2 dan partikel debu tingkat tinggi berpotensi langsung memicu iritasi saluran pernapasan, batuk parah, dan sesak napas. Ancaman ini berisiko fatal atau memperburuk kondisi medis bagi kelompok rentan, yaitu anak-anak, warga lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta penderita penyakit jantung (kardiovaskular) dan pernapasan bawaan.

Merespons ancaman konkret itu, Dinas Kesehatan mewajibkan langkah mitigasi keselamatan berikut bagi warga sekitar:

  • Mengenakan masker pelindung saat beraktivitas di luar rumah.

  • Membatasi frekuensi dan durasi kegiatan di area terbuka.

  • Mencukupi asupan air minum harian.

  • Segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat jika merasakan sesak napas atau keluhan pernapasan lainnya.

Warga BSBCity Diminta Tidak Beraktivitas di Luar

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang memadamkan titik api di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/10/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Buruknya kualitas udara ini rupanya merambat hingga ke wilayah lain di Semarang, salah satunya di kawasan Danau BSBcity. Berdasarkan data pemantauan pada 4 Oktober pukul 09.00, Indeks Kualitas Udara (AQI) di sekitar danau tersebut menunjukkan angka 161 atau berstatus Tidak Sehat.

Polutan utamanya adalah partikel PM2.5 dengan konsentrasi 70 µg/m³, yang nilainya melonjak 14 kali lipat di atas panduan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Prakiraan kualitas udara harian juga menunjukkan status Tidak Sehat itu berisiko bertahan hingga beberapa hari ke depan.

Menyikapi hal itu, AQI merekomendasikan warga sekitar BSBcity dianjurkan untuk menghindari olahraga luar ruangan, menutup jendela rumah rapat-rapat, serta menyalakan penjernih udara (air purifier) saat berada di dalam ruangan.

Ancaman Asap Tak Kasat Mata dan Bara Tersembunyi

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang memadamkan titik api di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/10/2026). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Bahaya polusi ini sejalan dengan temuan langsung di lapangan. Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto menyebutkan, partikel beracun di kawasan tersebut menyebar tanpa selalu terlihat jelas oleh mata telanjang.

“Kalau kita lihat sekilas ini tidak kelihatan. Namun begitu kita sinari, penuh partikel-partikel,” tambah Handi.

Ia juga mengingatkan bahwa sisa kebakaran masih menyimpan bahaya mematikan di bawah permukaan.

"Kalau dilihat kasat mata sebagian memang sudah padam, tapi kalau dari drone thermal itu masih panas di bawah sehingga kalau kena angin rawan kebakar lagi," kata Handi.

Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Semarang memblokir total akses masuk ke area TPA Jatibarang. Petugas melarang keras warga maupun pemulung untuk mendekati kawasan tersebut demi keselamatan jiwa.

“Karena pusatnya di sini, kita akan lakukan pembatasan di sini. Hanya petugas dan relawan yang bisa masuk khusus untuk pemadaman. Di khusus area yang terbakar memang kita cegah orang mendekat karena itu cukup membahayakan,” ujar Handi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article